Islam, Awalnya Asing dan Akan Kembali Asing

Oleh: Abu Sa’id Satria Buana
Sumber: Buletin Tauhid

Sesungguhnya umat islam telah terdampar di persimpangan jalan, mereka hidup dalam kesengsaraan yang tidak pernah disaksikan oleh sejarah islam, telah berlalu banyak krisis dan bencana yang silih berganti. Hal ini dikarenakan umat islam sekarang berada pada kondisi yang lemah dan jauh dari syariat Allah ta’ala yang kokoh. Akibatnya kita dapatkan kaum muslimin sekarang kehilangan sebagian negeri atau harta mereka. Mereka hidup dalam keadaan bimbang, keguncangan, ketakutan dan rasa was-was.

Islam datang pada masa jahiliyah dalam keadaan asing, dan telah datang masanya di mana islam saat ini dirasakan asing oleh pemeluknya. Sungguh benar sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Islam dimulai dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awalnya, maka thuuba (beruntunglah) orang-orang yang asing.” (HR Muslim).

Makna Asing

Definisi asing dalam hadits di atas bukanlah mutlak diberikan bagi seorang yang tampil beda di tengah masyarakatnya. Akan tetapi, asing di sini bermakna seorang muslim yang melaksanakan syariat Islam dengan benar ketika masyarakat melupakannya. Ketika ia melaksanakannya, masyarakat di sekitarnya mengingkarinya bahkan menentangnya. Makna asing di sini dijelaskan dalam hadits lain bahwasanya mereka adalah: “orang-orang yang berbuat kebajikan ketika manusia rusak”, dan dalam riwayat lain mereka adalah: “orang-orang shalih di antara banyaknya orang-orang yang buruk, orang yang menyelisihi mereka lebih banyak dari yang mentaati mereka”.

Makna Thuuba

Thuuba dalam hadits di atas ditafsirkan secara berbeda, sebagian ulama menafsirkannya dengan nama pohon di surga, sebagian mengatakan ia adalah kebaikan yang banyak, sebagian mengatakan ia adalah surga. Akan tetapi, semua makna tersebut adalah benar. Seorang muslim yang teguh di atas agamanya, berpegang pada tuntunan Nabinya yang suci di saat manusia sudah melupakan tuntunan tersebut, walaupun dia dicela, dihina, diasingkan karena melaksanakan agama Allah maka Dia akan menyiapkan baginya kebaikan yang sangat banyak.

Ahlussunnah adalah Kelompok Terasing

Ahlus Sunnah adalah orang-orang yang menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah dalam seluruh perkara, baik dalam ibadah, perilaku, dan dalam segala bidang kehidupannya. Oleh karena itu, biasanya mereka menjadi orang-orang yang dipandang asing di tengah masyarakatnya dikarenakan mereka menghidupkan sunnah yang sebelumnya belum dikenal atau mereka menyelisihi adat istiadat setempat yang berseberangan dengan syari’at. Maka Ahlus Sunnah adalah kelompok terasing.

Para ulama biasa mensifati Ahlus Sunnah dengan keterasingan dan jumlah yang sedikit. Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata kepada sahabat-sahabat beliau, “Wahai Ahlus Sunnah, lemah lembutlah kalian semoga Allah ta’ala merahmati kalian, karena kalian termasuk orang-orang yang paling sedikit”. Yunus bin Ubaid rahimahullah berkata, “Tidak ada satupun yang lebih asing dari As-Sunnah dan orang yang mengenalnya”. Sufyan At-Tsauriy rahimahullah berkata, “Berbuat baiklah kepada Ahlus Sunnah karena mereka adalah orang-orang asing”.

Sunnah yang dimaksudkan di atas bukanlah sebagaimana pengertian menurut ulama fiqh, yaitu sesuatu yang apabila dikerjakan mendapatkan pahala dan apabila ditinggalkan tidak mendapat dosa. Namun yang dimaksud para ulama di atas dengan sunnah adalah jalan hidup Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam beragama. Itulah jalan yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya berada di atasnya yaitu jalan yang terbebas dari segala bentuk syubhat (virus pemikiran) dan syahwat (virus menginginkan hal-hal yang Allah larang). Jadi tepatlah pengertian Ahlus Sunnah yang dikatakan Al-Fudhail bin Iyaadh yaitu mereka adalah orang yang mengerti tentang barang-barang halal apa saja yang masuk ke perutnya. Karena memakan barang-barang yang halal merupakan perkara sunnah paling penting yang dipegangi oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya.

Keterasingan Islam Saat Ini

Saudaraku, saat ini telah terlihat bagaimana kebenaran sabda Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam di atas. Kaum muslimin saat ini yang sudah jauh dari agamanya membolehkan berbagai perkara yang sudah jelas-jelas dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya dan melarang perkara yang Allah dan Rasul-Nya perbolehkan. Lihatlah contohnya perkara zina yang jelas-jelas dilakukan di depan umum dan disebarluaskan. Masyarakat malah membiarkan perbuatan ini, bahkan menyanjungnya pelakunya karena dia telah mengakui kesalahannya. Sedangkan orang yang melakukan perbuatan yang jelas-jelas halalnya dalam syari’at ini yaitu poligami malah dihujat, dicela bahkan dituduh sebagai orang yang memperturutkan hawa nafsunya, wal’iyudzu billah. Inilah keterasingan Islam saat ini.

Wahai Dzat yang membolak-bolakkan hati, tetapkan hati kami diatas agama-Mu, wahai dzat yang memalingkan hati, palingkan hati kami pada ketaatan kepada-Mu.

Powered by ScribeFire.

About these ads

~ oleh tamanislam pada 13 Desember 2008.

9 Tanggapan to “Islam, Awalnya Asing dan Akan Kembali Asing”

  1. Masya Allah tulisan yang bagus banget.
    Kalau boleh saya nanya Akhi…?
    di paragraf 7 tertulis : Para ulama biasa mensifati Ahlus Sunnah dengan keterasingan dan jumlah yang sedikit. Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata kepada sahabat-sahabat beliau, “Wahai Ahlus Sunnah, lemah lembutlah kalian semoga Allah ta’ala merahmati kalian, karena kalian termasuk orang-orang yang paling sedikit”. Yunus bin Ubaid rahimahullah berkata,

    kalau kelompok Ahlu sunnah yang di dunia ini kurang lebih 800 jt jiwa (70% dari umat Islam dunia) apakah mereka itu yang dimaksud paragraf tersebut, merujuk itu atau bukan. ini kan jumlah yang besar bukan sedikit dibanding seluruh umat. menurut isi paragraf jumlahnya kan sedikit.

    mungkin bukan Ahlu Sunnah itu ya yang anda maksud…?
    Atau gimana…nih…agak berlawanan nih..?

    Atau umat Islam secara keseluruhan…padahal dari 2M (data terakhir) umat manusia dibumi, 1,3 adalah Islam (berarti dlm perbandingan umat Islam bukan sedikit juga).
    bagaiman Akhi…?

  2. Assalamu alaikum WrWb,
    Semoga Allah melimpahkan rahmatnya kepada penulis.
    Kalau saya sendiri berpendapat, bahwa memang hanya sedikit diantara kaum muslimin yang benar2 mengamalkan sunnah, walaupun banyak kelompok yang mengaku ahlussunnah.

  3. @Asep
    berarti kebanyakan orang-orang (umat)muslim sekarang ini (yang hidup hari ini) salah dong….
    Logikanya begitu kan…?
    wah jgn-jgn sy termasuk yang salah…
    waduh ngeri….

  4. Pak Gustri betul sekali, kita harus ngeri jangan-jangan kita termasuk yang salah. Untuk itulah, kita harus banyak-banyak menuntut ilmu agar tahu mana yang benar mana yang salah.
    “Banyak yang mengaku kenal laila, tapi laila tidak mengenal mereka” begitulah perumpamaan sunnah. banyak yang mengaku ahlus sunnah tapi ternyata mereka yang mengaku tidak melaksanakan sunnah.
    Banyak sunnah yang sudah asing di kehidupan kita dan ketika kita mengamalkan sunnah yang asing ini karena ketidaktahuan masyarakat bisa-bisa kita justru dianggap sesat

  5. Saya setuju dengan tanggapan Mas Asep : “Kalau saya sendiri berpendapat, bahwa memang hanya sedikit diantara kaum muslimin yang benar2 mengamalkan sunnah, walaupun banyak kelompok yang mengaku ahlussunnah.” Jadi terkadang hanya merasa tanpa mengetahui, memahami dan menjalankan eksistensinya.. Jadi memang pas kalo dikatakan Asing

  6. muhammad di akui nabi dikampungnya sendiri,berarti dia tidak asing,makna asing adalah Isa yang tidak diakui ke nabiannya di kampungnya sendiri,di tolak yahudi dan farisi serta ahli taurat,karena dianggap asing bagi mereka,maka pengikut Isa Al masih lah yang asing,karna islam ga jauh beda dari taurat,

  7. masyaAllah, alangkah beruntunnya oramg-orang yang terasing itu….
    moga qt mua termasuk di dalamnyaa,,,amiinnn

  8. oleh karenanya,ikutilah manhaj salaf…
    yang benar-benar bersumber dari Qur’an dan Hadis….

    Saya pun menyadari,Islam yang saat ini di Indonesia sudah melenceng jauh dari ajaran Nabi Muhammad SAW.
    Hal ini karena pendidikan agama yang masih rendah juga adanya pengkultusan thd penyebar agama Islam di Indonesia(salah satunya Wali Songo) sehingga ,ada ritual2 yang berbau Islam,tapi tercampur oleh agama lain. Padahal,maksud dari Wali Songo dan penyebar lainnya adalah sebagai akulturasi budaya setempat. Tapi masih aja ada ritual2 atau perayaan2 yang membuang2 uang dan justru oleh masyarakatnya dijadikan ajang untuk syirik. Dari sosiokulturalnya sih bagus,dapat mempererat silaturahim,tapi kalau masyarakatnya tidak mengetahui filosofi dibalik ritual2 tersebut,maka jangan ber-tasyabbuh apalagi taqlid dengan amalan2 yagmn tidak islami….

  9. Emang ente tau filosofi dibalik ritual2 tersebut, manhaj salaf? apakah itu termasuk asing? sy rasa nggak, yg suka ngomongin bid’ah2 itu kan? justru dulu ketika aliran itu blm ada disini tentrem2 aja itu bukan manhaj salaf tapi aliran baru beraliran wahabi, noh sekarang negara pencetus wahabi lambangnya mata satu…ih ngeriiii

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: