Parpol, Pemerintah, dan Ekonomi Islam

Oleh: Muhamad Abduh *)
Sumber: –

Jakarta – Saat ini Indonesia menantikan seorang calon Bapak pemimpin bangsa yang mampu memberdayakan segala potensi perekonomian bangsa sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakatnya melalui sistem yang komprehensif.

Sistem ekonomi Islam boleh dikatakan kombinasi antara ekonomi kerakyatan dengan ekonomi pasar dengan kelengkapan yang berasal dari Al Quran dan As Sunnah. Sehingga mampu menjawab tantangan zaman dalam menciptakan keadilan ekonomi dan kesejahteraan rakyat Bangsa Indonesia.

Selama ini di Indonesia pos dana bantuan sosial APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) banyak bersumber dari hutang luar negeri. Dan hutang-hutang ini tentu saja bukan tanpa syarat.

Namun, mengapa posisi penghasil batu bara membuat Indonesia harus mematikan listrik secara berkala? Mengapa penghasil minyak bumi dan gas alam hanya mampu menggunakan di bawah 30% hasil tambangnya? Dari data Badan Informasi Energi (www.eia.doe.gov), perusahaan-perusahaan minyak internasional telah mendominasi penguasaan minyak di Indonesia.

Sebut saja Chevron yang mengontrol Caltex Pacific. Kemudian ada sederet nama seperti BP, ConocoPhillips, dan ExxonMobil, yang jika dijumlahkan semua melebihi 50% kepemilikan minyak bumi di Indonesia.

Untuk Gas Alam, BP menguasai 37.16% tambang gas di papua, kemudian
perusahaan Jepang menguasai 35.88%, sedang sisanya adalah dari China. BP dan perusahaan Jepang juga mengusai 45% gas alam masing-masing di Proyek Bontang dan Arun.

Mengapa Amerika dan Jepang sangat banyak menguasai sumber daya
alam di Indonesia? Jelas, karena Amerika melalui IMF-nya dan Jepang termasuk dua negara pemberi hutang terbesar kepada Indonesia. Prinsip mereka adalah “There is no free lunch”. Melalui konsep “Time value of Money” negara-negara itu menguras kekayaan alam Indonesia. Mengapa bisa?

Ya bisa. Selain dengan perjanjian-perjanjian di balik niat baik mereka, bayangkan jika negara kita meminjam 1 miliar USD dengan bunga 10%. Maka bagaimana kita membayar bunga yang 100 Juta USD tersebut padahal uang dalam ekonomi kita adalah 1 miliar USD?

Maka sumber daya alam Indonesialah jawabannya. Sebagai alat bayar bunga
hutang Indonesia mereka akan mengurasnya melalui berbagai proyek yang
sesungguhnya hanya menguntungkan mereka.

Dalam ekonomi Islam zakat, infak, wakaf, shodaqoh memiliki peran yang signifikan. Seandainya saja pemerintah dan atau parpol (partai politik) pemenang pemilu besok memiliki semangat besar untuk melengkapi perangkat pendirian Kementrian Zakat dan Wakaf di Indonesia, maka dana bantuan sosial dan pendidikan dalam APBN dapat secara signifikan ditutupi melalui dana yang dikumpulkan oleh kementerian tersebut.

Menurut data bulan Juli 2008 dari The World Factbook milik CIA,
populasi masyarakat Indonesia adalah 237,6 juta jiwa dengan persentase Muslim adalah 86,1 persen dan populasi yang hidup di bawah garis kemiskinan sebesar 17,8 persen. Jika 17,8 persen itu adalah Muslim maka ada 168 juta Muslim yang berpendapatan menengah dan tinggi.

Jika zakat yang dikenakan disamakan dengan angka rendah 50 ribu rupiah per bulan maka total zakat yang dapat dikumpulkan adalah 8,4 triliun rupiah per bulan. Atau sekitar 101 triliun rupiah per tahun. Angka yang sangat signifikan untuk menopang APBN.

Keunggulan Ekonomi Islam
Ada beberapa keunggulan ekonomi Islam dibandingkan sistem ekonomi yang
lainnya.

Pertama, adalah filosofi dan operasionalnya yang dilandasi oleh
AlQuran dan AsSunnah. Segala hal dalam sistem ini menjadikan Al Quran dan as Sunnah sebagai panduan dan pembeda antara yang diperbolehkan dan dilarang.  AlQuran dan as-Sunnah memerintahkan tegaknya keadilan dalam aktivitas ekonomi. Baik mikro maupun makro, tanpa membedakan agama, kesukuan, dan lainnya.

Dengan landasan ini maka komponen-komponen ekonomi yang secara jelas
dilarang harus dihapuskan. Seperti riba, perjudian, dan penipuan.

Keunggulan kedua, adalah karakter pertengahan antara kapitalis
dan sosialis. Ekonomi Islam bukan ekonomi sama rata sama rasa sosialisme. Juga bukan ekonomi ‘elu-elu gue-gue’ kapitalisme. Ekonomi Islam juga bukan ekonomi potong tangan dan ekonomi rajam. Namun, ekonomi yang mengedepankan persamaan hak dan kejujuran.

Keunggulan ketiga, terdapat dalam dunia keuangan dan
makroekonomi yaitu pembiayaan yang di-back-up dengan aset riil. Hal ini menjadi penting dikarenakan ketimpangan ekonomi dan inflasi yang terus menerus terjadi adalah karena kesenjangan antara uang yang beredar dengan jumlah produksi riil.

Keunggulan keempat adalah keadilan demi menciptakan kesejahteraan dan
pemerataan kesejahteraan di dalam masyarakat. Islam tidak membedakan kapital dan wirausaha sebagai faktor yang berbeda dalam produksi. Setiap orang yang memiliki kapital kemudian disertakan dalam kegiatan ekonomi turut juga menanggung risiko yang mungkin terjadi dalam penyertaan modalnya tersebut. Tidak diperbolehkan menerima pendapatan yang tetap tanpa ada risiko seperti layaknya bunga dalam kapitalisme.

Diakhir, parpol Islam janganlah ragu untuk mengusung konsep
ekonomi ini sebagai platform ekonomi. Dilema antara dukungan terhadap sistem ini dengan perolehan suara di pemilu kelak sudah seharusnya dihilangkan.

Seiring dengan gencarnya negara-negara kapitalis tulen seperti Inggris,
Jepang, dan Singapura mempromosikan keseriusan mereka dalam dunia Ekonomi dan Keuangan Islam. Justru parpol Islam harus menjadi corong sosialisasi dalam perkembangan Ekonomi dan Keuangan Islam di Indonesia.

*) Mahasiswa Pascasarjana Ekonomi IIU Malaysia
Ketua Islamic Economics Forum for Indonesia Development (ISEFID) di Kuala Lumpur

Powered by ScribeFire

~ oleh tamanislam pada 11 Desember 2008.

Satu Tanggapan to “Parpol, Pemerintah, dan Ekonomi Islam”

  1. Ekonomi islam bukanlah sebuah sistem ekonomi.

    Islam bukan institusionalisasi atas keyakinan terhadap nilai2 spiritual transendental.

    Islam adalah islam…, tentang keimanan, ketauhidan dan rahmatan lilalamin yang diekspresikan dalam sikap individu yang dipenuhi oleh kesadaran tentang jati diri kemanusiaan tanpa terjebak oleh simbol-simbol artifisial keagamaan yang manipulatif.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: