12 Rahasia Kejahatan Yahudi Dalam Kitab Suci

•20 Januari 2009 • 7 Komentar

Sumber: Hidayatullah.com

Islam dikenal sebagai musuh permanen bagi Yahudi dan Nasrani. Karena itu, sampai akhir zaman tetap ada kedengkian

Oleh: Henri Shalahuddin, MA *

Ide mendirikan negara Yahudi dalam perkembangan gerakan Zionis, sebenarnya banyak dipengaruhi oleh Theodore Herzl. Dalam tulisannya, Der Jadenstaat (Negara Yahudi), dia mendorong organisasi Yahudi dunia untuk meminta persetujuan Turki Usmani sebagai penguasa di Palestina agar diizinkan membeli tanah di sana. Kaum Yahudi hanya diizinkan memasuki Palestina untuk melaksanakan ibadah, bukan sebagai komunitas yang punya ambisi politik (lihat: Palestine and The Arab-Israeli Conflict, 2000: 95). Keputusan ini memicu gerakan Zionis radikal. Bersamaan dengan semakin melemahnya pengaruh Turki Usmani, para imigran Zionis berdatangan setelah berhasil membeli tanah di Palestina utara. Imigrasi besar-besaran ini pun berubah menjadi penjajahan tatkala mereka berhasil menguasai ekonomi, sosial dan politik di Palestina dengan dukungan Inggris (Israel, Land of Tradition and Conflict, 1993:27).
Lanjutkan membaca ’12 Rahasia Kejahatan Yahudi Dalam Kitab Suci’

Umat Islam, Bersatulah!

•3 Januari 2009 • 1 Komentar

Oleh: Dr. Amir Faishol Fath
Sumber: http://www.dakwatuna.com

Dalam surah Ali Imran: 103, Allah swt. memerintahkan agar kita berpegang teguh terhadap tali Allah dan jauhi perpecahan. Dalam ayat tersebut Allah berfirman: wa’tashimuu bihablillah jamii’aw walaa tafarraquu. Dalam kata wa’tashmuu terkesan makna keharusan bersungguh-sungguh memegang tali Allah. Jangan main-main –apalagi mempermainkan– sedikitpun. Lalu dari kata jamii’aa, tergambar makna bersama-sama, saling melengkapi, penuh nuansa persaudaraan, tanpa sedikitpun permusuhan. Lalu dipertegas lagi dengan kata walaa tafarraquu yang artinya jangan berpecah belah. Allah tidak berfirman: walaa takhtalifuu (jangan berbeda pendapat), sebab perbedaan pendapat dalam wilayah fikih adalah fitrah. Masing-masing manusia Allah bekali kecerdasan akal yang berbeda. Pun juga masing-masing mempunyai kesungguhan yang berbeda dalam mencari ilmu. Maka sudah pasti perbedaan pendapat akan sulit dihindari. Karenanya Allah tidak melarang perbedaan pendapat.
Lanjutkan membaca ‘Umat Islam, Bersatulah!’

Ilmuwan Barat Berbicara Tentang Islam

•3 Januari 2009 • 10 Komentar

Sumber: http://www.dakwatuna.com

Seorang ilmuwan dari Italia Kenneth Edward George berkata,
“Saya sudah mengkaji dengan sangat teliti agama-agama terdulu dan agama modern dewasa ini. Kesimpulannya adalah bahwa Islam agama langit yang yang benar. Kitab Suci ini mencakup kebutuhan materi dan immateri bagi manusia. Agama ini membentuk akhlak yang baik dan menjaga rohani agar tetap sehat.”
Lanjutkan membaca ‘Ilmuwan Barat Berbicara Tentang Islam’

Mengajak Umat Belajar Pintar

•3 Januari 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Oleh: Muhammad Nuh
Sumber: http://www.dakwatuna.com

Melakoni hidup bagaikan menelusuri goa nan gelap. Perlu lampu agar perjalanan bisa cepat dan selamat. Dan salah satu lampu yang diperlukan itu adalah ilmu.

Siapa pun kita tentu ingin melakoni hidup penuh bahagia. Masalah terlalui dengan mudah. Orang sekeliling pun menaruh hormat. Tapi sayangnya, tidak sedikit yang bingung mesti mulai dari mana.
Lanjutkan membaca ‘Mengajak Umat Belajar Pintar’

Pengiriman Tim Medis MER-C ke Palestina

•2 Januari 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

MER-C akan mengirimkan tim medis ke Palestina. Bagi saudara-saudara yang akan berinfaq untuk mendukung Misi Kemanusiaan MER-C, salurkan bantuan anda ke:

  • BCA cab Kwitang: No. Rek. 686.0153678
  • BSM (Syariah Mandiri) cab. Kramat: No. Rek. 009.0121.773
  • (a.n. Medical Emergency Rescue Committee)

  • BMI (Bank Muamalat Indonesia) cab. Arthaloka: No. Rek. 301.00521.15 (a.n. MER-C)

atau kunjungi :
www.mer-c.org dan www.kispa.org

Ini adalah saatnya kita untuk berjuang dan membantu saudara-saudara
kita di Palestina. Jika jihad secara fisik belum bisa kita lakukan,
maka berjihadlah dengan harta kita.

Powered by ScribeFire.

Qunut Nazilah

•31 Desember 2008 • 2 Komentar

Pada saat kaum muslimin ditimpa dengan bencana atau penindasan, maka kita disunnahkan untuk melakukan qunut nazilah. Dahulu Rosulullah SAW diminta untuk mengirimkan para quraa (guru mengaji) untuk mengajar Bani Sulaym. Maka berangkatlah 70 orang quraa atas permintaan tersebut. Namun disuatu tempat bernama B’ir al-Ma’unah para sahabat itu ditawan dan dibunuh. Mendengar hal tersebut Rosulullah merasa berduka sehingga selama sebulan penuh melakukan qunut nazilah untuk mengutuk  Bani Sulaym.
Menurut Imam Syafii, qunut nazilah dibaca setiap sholat lima setelah ruku’ terakhir, waktu baik berjamaah ataupun munfarid. Bila menjadi makmum, maka cukuplah mengamini doa imam.

Inilah salah satu bacaan qunut nazilah:

Allaahummaghfir lil muslimiina wal muslimaat, wa allif baina quluubihim wa ashlih dzaata bainihim, wanshur ‘alaa ‘aduwwika wa ‘aduwwihim.

Allaahummal ‘in kafarota ahlil kitaabilladziina yukadzdzibuuna rusulaka wa yuqottiluuna auliyaa aka.

Allaahumma khollif baina kalimaatihim, wa zalzil aqdaamahum, wa anzil bihim ba’ sakalladzii laa yuroddu ‘anilqoumil mujrimiin.
Bismillaahirrohmaanirrohiim. Allaahumma innaa nasta’iinuka.

Washollallaahu ala sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa ashhaabihii ajmaiin.

Artinya:
“Ya Allah ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, Ya Allah jinakkan, satu padukan hati orang-orang muslimin,
Perbaikilah keadaan mereka, Tolonglah kaum muslimin utuk melawan musuh-musuh-Mu, dan musuh-musuh mereka.

Ya Allah, laknatlah orang-orang kafir yang mendustakan para RasulMu dan membunuh para kekasih-Mu, Ya Allah cerai-beraikan kesatuan kata mereka,
Hancur leburkan kekuatan mereka, Dan turunkanlah bencana-Mu yang tiada tertolak lagi untuk orang-orang yang penuh dengan dosa.

Dengan menyebut nama-Mu ya Allah yang Maha Pengasih Maha Penyayang,
Ya Allah, sesungguhnya kami memohon perlindungan kepadaMu”

Powered by ScribeFire.

Al-Quran & Jendral Adolf Roberto

•30 Desember 2008 • 1 Komentar

Dari :  Al-Manahil

Suatu petang, di Tahun 1525. Penjara tempat tahanan orang-orang di situ terasa hening mencengkam. Jeneral Adolf Roberto, pemimpin penjara yang terkenal bengis, tengah memeriksa setiap kamar tahanan.

Setiap banduan penjara membongkokkan badannya rendah-rendah ketika ‘algojo penjara’ itu melintasi di hadapan mereka. Kerana kalau tidak, sepatu ‘boot keras’ milik tuan Roberto yang fanatik Kristian itu akan mendarat di wajah mereka. Roberto marah besar ketika dari sebuah kamar tahanan terdengar seseoran mengumandangkan suara-suara yang amat ia benci. “Hai…hentikan suara jelekmu! Hentikan…!” Teriak Roberto sekeras-kerasnya sambil membelalakkan mata. Namun apa yang terjadi? Laki-laki di kamar tahanan tadi tetap saja bersenandung dengan khusyu’nya. Roberto bertambah berang. Algojo penjara itu menghampiri kamar tahanan yang luasnya tak lebih sekadar cukup untuk satu orang.
Lanjutkan membaca ‘Al-Quran & Jendral Adolf Roberto’