<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Taman Bacaan Islam</title>
	<atom:link href="http://tamanislam.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tamanislam.wordpress.com</link>
	<description>menggali ilmu dan amal</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Jan 2012 08:56:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='tamanislam.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Taman Bacaan Islam</title>
		<link>http://tamanislam.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://tamanislam.wordpress.com/osd.xml" title="Taman Bacaan Islam" />
	<atom:link rel='hub' href='http://tamanislam.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>12 Rahasia Kejahatan Yahudi Dalam Kitab Suci</title>
		<link>http://tamanislam.wordpress.com/2009/01/20/12-rahasia-kejahatan-yahudi-dalam-kitab-suci/</link>
		<comments>http://tamanislam.wordpress.com/2009/01/20/12-rahasia-kejahatan-yahudi-dalam-kitab-suci/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2009 23:30:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tamanislam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[bible]]></category>
		<category><![CDATA[israel]]></category>
		<category><![CDATA[kejadian]]></category>
		<category><![CDATA[kejahatan yahudi]]></category>
		<category><![CDATA[palestina]]></category>
		<category><![CDATA[theodore herzl]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tamanislam.wordpress.com/2009/01/20/12-rahasia-kejahatan-yahudi-dalam-kitab-suci/</guid>
		<description><![CDATA[Sumber: Hidayatullah.com Islam dikenal sebagai musuh permanen bagi Yahudi dan Nasrani. Karena itu, sampai akhir zaman tetap ada kedengkian Oleh: Henri Shalahuddin, MA * Ide mendirikan negara Yahudi dalam perkembangan gerakan Zionis, sebenarnya banyak dipengaruhi oleh Theodore Herzl. Dalam tulisannya, Der Jadenstaat (Negara Yahudi), dia mendorong organisasi Yahudi dunia untuk meminta persetujuan Turki Usmani sebagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tamanislam.wordpress.com&amp;blog=5816353&amp;post=152&amp;subd=tamanislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sumber: Hidayatullah.com</p>
<p><i><b>Islam dikenal sebagai musuh permanen bagi Yahudi dan Nasrani. Karena itu, sampai akhir zaman tetap ada kedengkian<br /></b></i> </p>
<p><b>Oleh: Henri Shalahuddin, MA *</b></p>
<p>Ide mendirikan negara Yahudi dalam perkembangan gerakan Zionis, sebenarnya banyak dipengaruhi oleh Theodore Herzl. Dalam tulisannya, <i>Der Jadenstaat</i> (Negara Yahudi), dia mendorong organisasi Yahudi dunia untuk meminta persetujuan Turki Usmani sebagai penguasa di Palestina agar diizinkan membeli tanah di sana. Kaum Yahudi hanya diizinkan memasuki Palestina untuk melaksanakan ibadah, bukan sebagai komunitas yang punya ambisi politik (<i>lihat: Palestine and The Arab-Israeli Conflict, 2000: 95</i>). Keputusan ini memicu gerakan Zionis radikal. Bersamaan dengan semakin melemahnya pengaruh Turki Usmani, para imigran Zionis berdatangan setelah berhasil membeli tanah di Palestina utara. Imigrasi besar-besaran ini pun berubah menjadi penjajahan tatkala mereka berhasil menguasai ekonomi, sosial dan politik di Palestina dengan dukungan Inggris (<i>Israel, Land of Tradition and Conflict, 1993:27</i>).<br /><span id="more-152"></span><br />Berakhirnya Perang Dunia I, Inggris berhasil menguasai Palestina dengan mudah. Sherif Husein di Mekah yang dilobi untuk memberontak kekuasaan Turki juga meraih kesuksesan. (<i>1948 and After: Israel and Palestine, 1990:149</i>). Rakyat Palestina semakin terdesak dan menjadi sasaran pembantaian. (2000:173). Agresi Zionis terus berlanjut, 360 desa dan 14 kota yang didiami rakyat Palestina dihancurkan dan lebih 726.000 jiwa terpaksa mengungsi. Akhirnya pada Jumat, 14 Mei 1948, negara baru Israel dideklarasikan oleh <i>Ben Gurion</i>, bertepatan dengan 8 jam sebelum Inggris dijadwal meninggalkan Palestina. Untuk strategi mempertahankan keamanannya di masa berikutnya, Israel terus menempel AS hingga berhasil mendapat pinjaman 100 juta U$D untuk mengembangkan senjata nuklir.</p>
<p><i>Elisabeth Diana Dewi</i> dalam karya ilmiahnya, <i>The Creation of The State of Israel</i> menguraikan bahwa secara filosofi, negara Israel dibentuk berdasarkan tiga keyakinan yang tidak boleh dipertanyakan: (a) tanah Israel hanya diberikan untuk bangsa pilihan Tuhan sebagai bagian dari Janji-Nya kepada mereka. (b) pembentukan negara Israel modern adalah proses terbesar dari penyelamatan tanah bangsa Yahudi. (c) pembentukan negara bagi mereka adalah solusi atas sejarah penderitaan Yahudi yang berjuang dalam kondisi tercerai berai (diaspora). Maka, merebut kembali seluruh tanah yang dijanjikan dalam Bibel adalah setara dengan penderitaan mereka selama 3000 tahun. Oleh sebab itu, semua bangsa non-Yahudi yang hidup di tanah itu adalah perampas dan layak untuk dibinasakan.</p>
<p><b>Yahudi dalam Al-Quran</b></p>
<p>Fakta fenomenal saat ini yang menggambarkan arogansi, kecongkakan dan penindasan Yahudi terhadap kaum muslimin adalah hikmah yang harus diambil dari Firman-Nya: <i>Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: &#8220;Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.” (QS.17:4).</i> Dalam tafsir <i>Jalalayn</i> dijelaskan bahwa maksud fil ardhi dalam ayat itu adalah bumi Syam yang meliputi Suriah, Palestina, Libanon, Yordan dan sekitarnya.</p>
<p>Pembunuhan bukan hal asing dalam sejarah Yahudi. Bahkan nabi-nabi mereka, seperti Nabi Zakariya dan Nabi Yahya pun dibunuh. Mereka juga mengira telah berhasil membunuh Nabi Isa dan bangga atas usahanya. Tapi Al-Quran membantahnya (<i>QS.4:157</i>). Inilah di antara makna bahwa yang paling keras permusuhannya terhadap kaum beriman ialah orang Yahudi dan musyrik (<i>QS. 5:82</i>).</p>
<p>Penolakan janji Allah (<i>QS. 5:21-22</i>) yang memastikan kemenangan jika mau berperang bersama Nabi Musa, membuktikan sebenarnya Yahudi adalah bangsa penakut, pesimis, tamak terhadap dunia dan lebih memilih hidup hina daripada mati mulia. Bahkan QS. 5:24 menggambarkan bahwa mereka tidak butuh tanah yang dijanjikan dan tidak ingin merdeka selama masih ada sekelompok orang kuat yang tinggal di sana. Lalu mereka meminta Nabi Musa dan Tuhannya berperang sendiri.</p>
<p>Oleh karena itu Al-Quran menggambarkan bahwa kerasnya batu tidak bisa mengimbangi kerasnya hati kaum Yahudi. Sebab masih ada batu yang terbelah lalu keluar mata air darinya dan ada juga yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah (<i>QS. 2:74</i>). Keras hati kaum Yahudi ini di antaranya disebabkan hobi mereka mendengarkan berita dusta dan makan dari usaha yang diharamkan (<i>QS. 5:24</i>).</p>
<p>Dua Belas Kejahatan Yahudi</p>
<p>Dalam buku <i>Qabaih al-Yahud</i> dijelas 12 kejahatan Yahudi yang termaktub dalam Al-Quran. Kejahatan itu adalah sebagai berikut:</p>
<p>1.       Menuduh Nabi Musa punya penyakit kusta karena tidak mau mandi bersama mereka. (QS. 33:69)</p>
<p>2.      Enggan melaksanakan Taurat, sehingga Allah mengangkat gunung Tursina untuk mengambil perjanjian yang teguh. (QS.2:93)</p>
<p>3.      Tidak mau beriman kecuali jika melihat Allah langsung. (QS. 2:55 dan 4:153)</p>
<p>4.      Merubah perintah agar masuk negeri yang dijanjikan seraya bersujud dan mengucapkan hithah, yakni memohon ampunan. Tapi mereka mengganti perintah itu dengan cara melata di atas anusnya dan mengatakan hinthah, yakni sebutir biji di rambut. (QS. 2:58-59)</p>
<p>5.      Menuduh Nabi Musa mengolok-olok mereka saat mereka disuruh menyembelih sapi betina. (QS. 2:67)</p>
<p>6.      Menulis Alkitab dengan tangan mereka, lalu mengatakan ini dari Allah. (QS. 2:79)</p>
<p>7.      Memutar-mutar lidahnya untuk menyakinkan bahwa yang dibacanya itu adalah wahyu yang asli. (QS. 3:78)</p>
<p>8.      Merubah Firman Allah. (QS.2:75)</p>
<p>9.      Menyembah patung sapi saat ditinggal Nabi Musa mengambil Taurat. (QS.2: 51 dan 92)</p>
<p>10.   Mengatakan Tangan Allah terbelenggu. (QS.5:64)</p>
<p>11.    Menuduh Allah itu faqir. (QS. 3:181)</p>
<p>12.   Menyuruh Nabi Musa dan Tuhannya berperang untuk mereka (QS.5:24)</p>
<p>Di samping itu, sosok nabi yang seharusnya dijadikan suri tauladan, justru dinistakan. Nabi Ibrahim dalam <i>Kejadian</i> pasal <i>12:10-16</i> dan <i>20:1-14</i>, dikisahkan sebagai orang yang hina, menjijikkan dan rakus harta benda. Beliau dituduh menjual isterinya yang cantik demi meraih keuntungan. Kitab suci mereka tidak pernah menceritakan beliau sebagai Nabi pemberani yang menghancurkan patung meskipun harus dilemparkan kedalam api, menyeru ayah dan kaumnya meninggalkan kemusyrikan. Kisah memilukan juga menimpa Nabi Luth. Dalam <i>Kejadian</i> Pasal <i>19:30-38</i>, beliau dikisahkan menzinahi kedua putrinya dalam keadaan mabuk.</p>
<p>Islam adalah musuh permanen bagi Yahudi dan Nasrani. Sebab Islam adalah satu-satunya agama yang kitab sucinya mengoreksi langsung kesalahan dua agama itu. Ibarat seorang adik, ia berani membongkar kejahatan kedua kakaknya. Oleh sebab itu, kedengkian mereka tidak akan padam dan masih eksis dalam kajian-kajian mereka. Contoh kedengkian intelektual ini seperti klaim bahwa Al-Quran banyak dipengaruhi kosa kata Ibrani, seperti diungkapkan <i>Adnin Armas</i> dalam bukunya <i>Metodologi Bibel dalam Studi Al-Quran</i>. Klaim ini dicetuskan oleh <i>Abraham Geiger</i> (1810-1874), seorang rabi dan pendiri Yahudi Liberal di Jerman dalam karyanya, <i>Apa yang telah Muhammad pinjam dari Yahudi?</i></p>
<p>Jauh sebelumnya, Imam Syafi’i telah menolak tudingan semisal itu dan menguatkan bahwa Al-Quran diturunkan dalam bahasa Arab. Sebab semua lafadz dalam Al-Quran mustahil tidak dipahami oleh semua orang Arab, meskipun sebagian lafadz itu ada yang tidak dimengerti oleh sebagian orang Arab. Hal ini mengingat luasnya samudera bahasa Arab, bukan karena kata itu tidak berasal dari bahasa Arab. Karena kata-kata yang dituduhkan asing itu telah menjadi bahasa Arab, dikenal dan telah digunakan oleh masyarakat Arab sebelum turunnya Al-Quran.</p>
<p>Anehnya, virus Geiger kini berkembang subur di sebagian umat. Pengacauan studi Islam dan maraknya franchise-franchise hermeneutika untuk menafsirkan Al-Quran di sebagian institusi pendidikan tinggi Islam sangat potensial melemahkan akidah dan ukhuwah. Fenomena ini perlu dipertimbangkan para tokoh umat di samping fatwa tentang pemboikotan produk Israel dan Amerika.</p>
<p><i>Penulis adalah dosen STID M. Natsir Jakarta. Alumni ISID Gontor dan Pascasarjana di International Islamic University Malaysia (IIUM), fakultas Islamic Revealed Knowledge and Human Sciences</i></p>
<p class="scribefire-powered">Powered by <a href="http://www.scribefire.com/">ScribeFire</a>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tamanislam.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tamanislam.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tamanislam.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tamanislam.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tamanislam.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tamanislam.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tamanislam.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tamanislam.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tamanislam.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tamanislam.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tamanislam.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tamanislam.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tamanislam.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tamanislam.wordpress.com/152/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tamanislam.wordpress.com&amp;blog=5816353&amp;post=152&amp;subd=tamanislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tamanislam.wordpress.com/2009/01/20/12-rahasia-kejahatan-yahudi-dalam-kitab-suci/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">tamanislam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Umat Islam, Bersatulah!</title>
		<link>http://tamanislam.wordpress.com/2009/01/03/umat-islam-bersatulah/</link>
		<comments>http://tamanislam.wordpress.com/2009/01/03/umat-islam-bersatulah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jan 2009 17:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tamanislam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[ali imran]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[perbedaan]]></category>
		<category><![CDATA[ukhuwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tamanislam.wordpress.com/2009/01/03/umat-islam-bersatulah/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Dr. Amir Faishol FathSumber: www.dakwatuna.com Dalam surah Ali Imran: 103, Allah swt. memerintahkan agar kita berpegang teguh terhadap tali Allah dan jauhi perpecahan. Dalam ayat tersebut Allah berfirman: wa’tashimuu bihablillah jamii’aw walaa tafarraquu. Dalam kata wa’tashmuu terkesan makna keharusan bersungguh-sungguh memegang tali Allah. Jangan main-main –apalagi mempermainkan– sedikitpun. Lalu dari kata jamii’aa, tergambar makna [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tamanislam.wordpress.com&amp;blog=5816353&amp;post=140&amp;subd=tamanislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b>Oleh: Dr. Amir Faishol Fath</b><br />Sumber: www.dakwatuna.com</p>
<p>Dalam surah Ali Imran: 103, Allah swt. memerintahkan agar kita berpegang teguh terhadap tali Allah dan jauhi perpecahan. Dalam ayat tersebut Allah berfirman: <i>wa’tashimuu bihablillah jamii’aw walaa tafarraquu</i>. Dalam kata wa’tashmuu terkesan makna keharusan bersungguh-sungguh memegang tali Allah. Jangan main-main –apalagi mempermainkan– sedikitpun. Lalu dari kata <i>jamii’aa</i>, tergambar makna bersama-sama, saling melengkapi, penuh nuansa persaudaraan, tanpa sedikitpun permusuhan. Lalu dipertegas lagi dengan kata <i>walaa tafarraquu</i> yang artinya jangan berpecah belah. Allah tidak berfirman: <i>walaa takhtalifuu</i> (jangan berbeda pendapat), sebab perbedaan pendapat dalam wilayah fikih adalah fitrah. Masing-masing manusia Allah bekali kecerdasan akal yang berbeda. Pun juga masing-masing mempunyai kesungguhan yang berbeda dalam mencari ilmu. Maka sudah pasti perbedaan pendapat akan sulit dihindari. Karenanya Allah tidak melarang perbedaan pendapat.<br /><span id="more-140"></span>Berdasarkan hal tersebut, perbedaan pendapat pasti akan terjadi sekalipun di zaman Rasulullah saw. Banyak riwayat yang merekam perbedaan pendapat antara para sahabat seperti perbedaan pendapat terhadap teks hadits yang memerintahkan shalat Ashar di Bani Quraidzah. Sebagian sahabat paham bahwa maksudnya bukan tempatnya, melainkan segeranya pergi ke Bani Quradzah. Sebab, shalat Ashar ada waktunya yang tidak bisa ditunda. Namun sebagian sahabat memahami hadits apa adanya, sekalipun kemudian mereka shalat Ashar setelah masuk waktu Maghrib di Bani Quraidzah. Tetapi ternyata perbedaan pendapat tersebut tidak mebuat mereka berpecah-belah. Mereka tetap bersatu dan bersinergi. Demikian juga perbedaan pendapat antara para imam madzhab fikih yang empat: Hanafi, Maliki, Hanbali, dan Syafi’i. Mereka sangat toleran dan saling menghormati. Bahwa perbedaan fikih bukan suatu yang harus menyebabkan perpecahan. Ketika Imam Syafi’i diminta menjadi imam shalat Subuh di pusat wilayah madzhab Hanafi, ia tidak membaca qunut. Ketika ditanya, ia menjelaskan bahwa itu sikap hormat terhadap pendapat madzhab Hanafi yang tidak membaca qunut pada saat shalat Subuh.</p>
<p>Lebih-lebih sekarang, kita menyaksikan umat Islam dibantai dari berbagai arah. Bukan hanya serangan pemikiran, melainkan lebih dari itu: serangan senjata yang menelan ratusan nyawa. Maka bukan saatnya lagi kita centang perenang sibuk dengan perbedaan fikih, perbedaan bendera partai, atau perbedaan nama golongan. Allah yang kita sembah masih sama. Kiblat shalat kita juga masih sama. Jumlah rakaat shalat fardhu kita tidak ada bedanya. Nabi yang kita ikuti juga sama. Nama agama kita sama. Tempat kita melaksanakan ibadah haji juga sama. Lalu apa yang akan membuat kita tidak mau bekerja sama? Apakah hanya karena perbedaan pemahaman terhadap satu teks ayat atau hadits secara fikih lalu kita berpecah belah, saling menjatuhkan bahkan saling menyesatkan?</p>
<p>Sejauh yang saya amati, perbedaan antara kelompok umat Islam yang ada masih sekitar perbedaan fikih dan cara berdakwah. Sebagian mengambil yang tradisional dan sebagian lebih akademis. Sebagian menitikberatkan kepada dakwah dari masjid ke masjid, dan sebagian yang lain fokus pada <i>ashalah sunnah</i> sesuai dengan teks sahih dari Rasulullah saw. Karenanya, kelompok ini sangat teliti mengecek kesahihan hadits dan menyajikannya secara ilmiah. Sebagian fokus pada perbaikan sosial politik supaya lebih bersih, lebih memihak kepada kemaslahan masyarakat secara umum dan lebih sesuai dengan ajaran Islam yang kaffah. Sebagian yang lain memilih misi dakwahnya mengcounter pemikiran sesat. Semua kondisi ini sungguh tidak cukup alasan untuk berpecah-belah.</p>
<p>Karena itu, ayo bersatulah, wahai umat Islam! Umat ini sangat membutuhkan persatuan kalian. Tidak ada persaudaraan tanpa persatuan. Allah tidak akan pernah menurunkan rahmat dan pertolonganNya kepada umat yang berpecah-belah. Karena itu, tanamkan budaya ishlah <i>“fa ashlihuu”</i> karena ini jalan satu-satunya untuk menegakkan persaudaraan (ukhuwah). Allah berfirman dalam surah Al-Hujuraat: 10: إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ (<i>Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu; dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat</i>). Wallahu a’lam bishshawab.</p>
<p class="scribefire-powered">Powered by <a href="http://www.scribefire.com/">ScribeFire</a>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tamanislam.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tamanislam.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tamanislam.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tamanislam.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tamanislam.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tamanislam.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tamanislam.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tamanislam.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tamanislam.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tamanislam.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tamanislam.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tamanislam.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tamanislam.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tamanislam.wordpress.com/140/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tamanislam.wordpress.com&amp;blog=5816353&amp;post=140&amp;subd=tamanislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tamanislam.wordpress.com/2009/01/03/umat-islam-bersatulah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">tamanislam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ilmuwan Barat Berbicara Tentang Islam</title>
		<link>http://tamanislam.wordpress.com/2009/01/03/ilmuwan-barat-berbicara-tentang-islam/</link>
		<comments>http://tamanislam.wordpress.com/2009/01/03/ilmuwan-barat-berbicara-tentang-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jan 2009 08:21:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tamanislam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[barat]]></category>
		<category><![CDATA[ilmuwan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tamanislam.wordpress.com/2009/01/03/ilmuwah-barat-berbicara-tentang-islam/</guid>
		<description><![CDATA[Sumber: www.dakwatuna.com Seorang ilmuwan dari Italia Kenneth Edward George berkata,“Saya sudah mengkaji dengan sangat teliti agama-agama terdulu dan agama modern dewasa ini. Kesimpulannya adalah bahwa Islam agama langit yang yang benar. Kitab Suci ini mencakup kebutuhan materi dan immateri bagi manusia. Agama ini membentuk akhlak yang baik dan menjaga rohani agar tetap sehat.”Profesor Inggris Mountaghmiri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tamanislam.wordpress.com&amp;blog=5816353&amp;post=144&amp;subd=tamanislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b>Sumber: www.dakwatuna.com</b></p>
<p>Seorang ilmuwan dari Italia Kenneth Edward George berkata,<br /><i>“Saya sudah mengkaji dengan sangat teliti agama-agama terdulu dan agama modern dewasa ini. Kesimpulannya adalah bahwa Islam agama langit yang yang benar. Kitab Suci ini mencakup kebutuhan materi dan immateri bagi manusia. Agama ini membentuk akhlak yang baik dan menjaga rohani agar tetap sehat.”<br /></i><span id="more-144"></span>Profesor Inggris Mountaghmiri Watts berkata,<br /><i>“Apa yang dipaparkan Al Qur’an tentang realitas dan fenomena alam yang sempurna menurut saya adalah di antara kelebihan dan keistimewaan Kitab ini. Yang jelas semua temuan dan ilmu pengatahuan yang didokumentasikan dewasa ini, tidak mampu menandingi Al Qur’an.”<br /></i><br />Sejarawan Italia, Brands Johny Burkz mengatakan,<br /><i>“Kesejahteraan dan kepemimpinan menjauh dari umat Islam dikarenakan mereka tidak mau mengikuti petunjuk Al Qur’an dan mengamalkan hukum dan undang-undang-nya. Padahal sebelumnya sejarah telah mencatat bahwa generasi awal Islam meraih kejayaan, kemenangan, dan kebesaran. Mmusuh-musuh Islam tau rahasia ini, sehingga mereka menyerang dari sisi ini. Ya, kondisi kehidupan umat Islam sekarang ini suram, karena tidak pedulinya umat ini terhadap Kitabnya, bukan karena ada kekurangan dalam Al Qur’an atau Islam secara umum. Yang obyektif adalah tidak benar menganggat sisi negatif dengan menghakimi ajaran Islam yang suci.”<br /></i><br />Peneliti Prancis Gul Labum menyeru orang Eropa,<br /><i>“Wahai manusia, kajilah Al Qur’an secara mendalam, sampai kalian menemukan hakekat kebenarannya, karena setiap ilmu pengetahuan dan seni-budaya yang pernah dicapai oleh bangsa Arab, pondasinya adalah Al Qur’an. Hendaknya setiap penduduk dunia, dari beragam warna dan bahasa mau melihat secara obyektif kondisi dunia zaman awal. Mengkaji lembaran-lembaran ilmu pengetahuan dan penemuan sebelum Islam. Maka kalian akan tahu bahwa ilmu pengetahuan dan penemuan tidak pernah sampai pada penduduk bumi kecuali setelah ditemukan dan disebarluaskan oleh kaum muslimin yang mereka eksplorasi dari Al Qur’an. Ia laksana lautan pengetahuan yang mengalir di jutaan anak sungai. Al Qur’an tetap hidup, dan setiap orang mampu meneguk sejuknya sesuai dengan kesungguhan dan kemampuannya.”<br /></i><br />Ahli filsafat dari Prancis, Pranco Mari Pulter, menjelaskan perbedaan antara Injil dan Al Qur’an,<br /><i>”Kami yakin, jika disodorkan Al Qur’an dan Injil kepada seseorang yang tidak beragama, pasti orang tersebut akan memilih yang pertama, karena Al Qur’an mengetengahkan pemikiran yang cocok dengan akal sehat. Boleh jadi tidak ada undang-undang yang lebih detail tentang masalah perceraian, kecuali undang-undang dan hukum yang telah di gariskan Al Qur’an tentang masalah ini.”<br /></i><br />Seorang ilmuwan dari Inggris Fard Ghayum, Guru Besar Universitas London mengatakan,<br /><i>”Al Qur’an adalah kitab mendunia yang memiliki keistimewaan sastra yang tinggi, yang terjemahnya saja tidak bisa mewakili tingginya sastra aslinya. Karena lagunya berirama khusus, keindahannya mengagumkan, dan pengaruhnya yang luar bisa terhadap yang mendengarkan. Banyak kaum nashrani Arab yang terpengaruh gaya bahasa dan sastranya. Begitu juga kaum orientalis, banyak di antara mereka yang menerima Al Qur’an. Ketika dibacakan Al Qur’an, kami orang-orang Nashrani terpengaruh, laksana sihir yang menembus jiwa kami, kami merasakan ungakapnnya yang indah, hukumnya yang orisinil. Keistimewaan seperti ini yang menjadikan seseorang merasa terpuaskan, dan bahwa Al Qur’an tidak mungkin ada yang mampu menandinginya.”<br /></i><br />Knett Grigh, Guru Besar Universitas Cambridge memberi kesaksian,<br /><i>”Tidak akan mampu seseorang sepanjang empat belas abad yang lalu, sejak diturunkannya Al Qu’ran sampai sekarang ini, yang mampu membuat seperti ayat Al Qur’an, satu ayat sekalipun. Karena Al Qur’an bukan kitab yang dikhususkan untuk zaman tertentu, bahkan Al Qur’an ini alami yang akan terus berlangusng sepanjang zaman. Meskipun dunia dan kehidupan ini berubah, namun setiap manusia memungkinkan menjadikan al Qur’an sebagai pedoman hidupnya. Mengapa Al qur’an lebih unggul dan menjadi pedoman hidup manusia sepanjang masa? Karena Al qur’an mencakup hal-hal yang kecil maupun urusan yang besar. Tidak ada sesuatu yang tidak diatur oleh Al qur’an. Saya yakin, bahwa Al Qur’an mampu mempengaruhi orang Barat, dengan syarat, Al Qur’an dibacakan dengan bahasa aslinya, karena terjemahnya tidak mampu memberi pengaruh kejiwaan dan rohani, berbeda dengan bacaan aslinya yang menggetarkan jiwa, meluluhkan qalbu.” </i>(it/ut)</p>
<p>
<p class="scribefire-powered">Powered by <a href="http://www.scribefire.com/">ScribeFire</a>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tamanislam.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tamanislam.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tamanislam.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tamanislam.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tamanislam.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tamanislam.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tamanislam.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tamanislam.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tamanislam.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tamanislam.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tamanislam.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tamanislam.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tamanislam.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tamanislam.wordpress.com/144/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tamanislam.wordpress.com&amp;blog=5816353&amp;post=144&amp;subd=tamanislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tamanislam.wordpress.com/2009/01/03/ilmuwan-barat-berbicara-tentang-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">tamanislam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengajak Umat Belajar Pintar</title>
		<link>http://tamanislam.wordpress.com/2009/01/03/mengajak-umat-belajar-pintar/</link>
		<comments>http://tamanislam.wordpress.com/2009/01/03/mengajak-umat-belajar-pintar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jan 2009 08:16:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tamanislam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[kemunduran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tamanislam.wordpress.com/2009/01/03/mengajak-umat-belajar-pintar/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Muhammad NuhSumber: www.dakwatuna.com Melakoni hidup bagaikan menelusuri goa nan gelap. Perlu lampu agar perjalanan bisa cepat dan selamat. Dan salah satu lampu yang diperlukan itu adalah ilmu. Siapa pun kita tentu ingin melakoni hidup penuh bahagia. Masalah terlalui dengan mudah. Orang sekeliling pun menaruh hormat. Tapi sayangnya, tidak sedikit yang bingung mesti mulai dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tamanislam.wordpress.com&amp;blog=5816353&amp;post=142&amp;subd=tamanislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b>Oleh: Muhammad Nuh</b><br />Sumber: www.dakwatuna.com</p>
<p>Melakoni hidup bagaikan menelusuri goa nan gelap. Perlu lampu agar perjalanan bisa cepat dan selamat. Dan salah satu lampu yang diperlukan itu adalah ilmu.</p>
<p>Siapa pun kita tentu ingin melakoni hidup penuh bahagia. Masalah terlalui dengan mudah. Orang sekeliling pun menaruh hormat. Tapi sayangnya, tidak sedikit yang bingung mesti mulai dari mana.<br /><span id="more-142"></span>Itulah kenyataan yang kerap dihadapi. Nurani seorang mukmin pasti akan mengatakan bahwa semua bergantung pada keimanan seseorang. Ia seperti benteng hidup yang terus menjaga hamba Allah dari kerasnya kehidupan.</p>
<p>Namun, iman saja belum cukup. Diibaratkan seperti tubuh, iman butuh gizi agar bisa terus kuat. Dan salah satu gizi itu adalah ilmu. Dari situlah, benteng keimanan seorang hamba Allah bisa terus tegar. Seperti apa pun badai hidup yang menghantam.</p>
<p>Maha Benar Allah dalam firman-Nya di surah Al-Mujaadilah ayat 11. <i>“…Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.“<br /></i><br />Keterkaitan iman dan ilmu pada diri seseorang begitu kuat. Seorang bijak pernah mengatakan, “Iman tanpa ilmu menjadikan orang buta. Dan ilmu tanpa iman membuat seseorang lumpuh.”</p>
<p>Orang yang militan, sebagai buah dari iman yang kuat, tidak tertutup kemungkinan bisa dimanfaatkan pihak di luar Islam. Ini karena ada celah yang bisa dimasuki musuh Islam. Dan celah itu bernama ketidaktahuan.</p>
<p>Mungkin, teramat sulit memahami langkah perjuangan yang menempuh cara kekerasan. Dengan bom misalnya. Kenapa mesti susah-susah memilih cara seperti itu padahal keadaan tidak dalam suasana perang. Bukankah masih ada seribu satu cara damai. Risiko kecil tapi hasil besar. Dan salah satu hasil besar itu adalah membuktikan pada manusia bahwa perjuangan Islam positif dan beradab. Bahwa, Islam memang sebagai rahmat buat semua orang.</p>
<p>Itu di satu sisi. Ada sisi lain yang justru sebaliknya. Umat Islam menjadi begitu kompromis dengan apa pun. Termasuk dalam urusan yang sangat mendasar, akidah. Tidak sedikit umat Islam yang ikut natalan, tahun baruan, belajar jadi dukun, dan lain-lain. Niat mereka mungkin baik: sebagai penghormatan agama lain dan pengobatan alternatif. Tapi caranya keliru. Dan ini lagi-lagi berkait dengan persoalan ilmu.</p>
<p>Ada hal lain yang juga menyusahkan umat Islam. Sudah menjadi trik umum di kalangan penguasa bagaimana mengalihkan perhatian umat Islam terhadap sebuah kebijakan. Agar umat tidak kritis dengan kasus korupsi misalnya, tiba-tiba tersebar kasus pemakaian daging babi di sejumlah produk makanan. Umat Islam heboh. Energi pun akhirnya teralihkan pada soal daging babi. Selain soal babi, pernah juga beredar bagaimana shalat di luar angkasa. Juga masalah daging kodok, dan lain-lain.</p>
<p>Bahkan, celah ketidaktahuan ini pun bisa dipakai musuh Islam agar umat tidak bersatu. Ketika partai Islam nyaris menang di suatu daerah, ada isu khilafiah. Isu itu mengatakan bahwa partai Islam tersebut tidak mau tahlilan. Tidak mau mendoakan orang yang sudah meninggal. Atau, kalau partai Islam itu menang, maka tradisi yasinan akan dibubarkan. Sayangnya, sebagian besar umat Islam pun percaya.</p>
<p>Itulah di antara sebab kenapa umat Islam mundur dan yang lain bisa maju. Umat selain Islam bisa maju karena bisa mengesampingkan ajaran agamanya yang sudah kadaluarsa dan tidak lengkap. Sebaliknya, umat Islam justru mundur ketika Alquran dan Sunnah tidak lagi jadi pedoman.</p>
<p>Lagi-lagi, itu persoalan ilmu. Karena sulit mengamalkan Alquran dan Sunnah tanpa memahami isinya. Dan wajar jika umat Islam jadi mainan orang lain. Dari sekian ratus juta umat Islam Indonesia, berapa yang bagus baca Qurannya. Berapa yang bisa memahami. Dan berapa yang mengaplikasikan Alquran dalam kehidupan nyata. Prosentasenya menjadi teramat kecil.</p>
<p>Anehnya, kesadaran mengejar ilmu tetap saja minim. Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat lebih memilih jajan bakso daripada beli koran. Lebih memilih tayangan hiburan daripada berita dan dialog. Begitu pun dalam majelis taklim. Sulit sekali menggiring masyarakat ikut hadir dalam majelis ilmu ini. Padahal tanpa dipungut bayaran sedikit pun.</p>
<p>Ada beberapa sebab. Pertama, inilah mungkin pengaruh perlakuan penjajah yang akhirnya membudaya dalam masyarakat. Belanda memang beda dengan Inggris yang melepas jajahannya dalam keadaan pintar. Perpisahan mereka pun secara baik-baik. Negeri jajahan Inggris lebih cepat maju ketimbang jajahan Belanda. Bandingkan Indonesia dengan Malaysia.</p>
<p>Kedua, dampak kebijakan pemerintah. Sejak masa orde baru, porsi anggaran pendidikan teramat rendah. Tidak sampai lima persen. Itu pun cuma di atas kertas. Belum lagi yang dikorupsi pejabat. Akibatnya, biaya dan sarana pendidikan jadi sangat mahal.</p>
<p>Ketiga, kurang memahami ajaran Islam. Seolah Islam cuma urusan akhirat. Masyarakat pun beranggapan, “Buat apa tinggi-tinggi sekolah, toh tidak dibawa ke akhirat. Yang penting bisa ngaji dan shalat. Salah paham ini lebih parah buat kalangan muslimah. Buat apa berilmu tinggi, kan akhirnya cuma sibuk di dapur.</p>
<p>Akibatnya, Islam dan umatnya terus terpinggirkan dalam berbagai pentas: politik, ekonomi, budaya, dan pendidikan. Umat Islam tak ubahnya seperti daun pisang yang dikait orang lantaran diri tak berpayung di ketika hari hujan. Manakala hujan usailah sudah, daun itu pun dicampakkan. Diinjak pula orang nan lalu.</p>
<p>
<p class="scribefire-powered">Powered by <a href="http://www.scribefire.com/">ScribeFire</a>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tamanislam.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tamanislam.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tamanislam.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tamanislam.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tamanislam.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tamanislam.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tamanislam.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tamanislam.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tamanislam.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tamanislam.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tamanislam.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tamanislam.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tamanislam.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tamanislam.wordpress.com/142/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tamanislam.wordpress.com&amp;blog=5816353&amp;post=142&amp;subd=tamanislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tamanislam.wordpress.com/2009/01/03/mengajak-umat-belajar-pintar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">tamanislam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengiriman Tim Medis MER-C ke Palestina</title>
		<link>http://tamanislam.wordpress.com/2009/01/02/pengiriman-tim-medis-mer-c-ke-palestina/</link>
		<comments>http://tamanislam.wordpress.com/2009/01/02/pengiriman-tim-medis-mer-c-ke-palestina/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2009 06:43:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tamanislam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[jihad]]></category>
		<category><![CDATA[medis]]></category>
		<category><![CDATA[MER-C]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tamanislam.wordpress.com/2009/01/02/pengiriman-tim-medis-mer-c-ke-palestina/</guid>
		<description><![CDATA[MER-C akan mengirimkan tim medis ke Palestina. Bagi saudara-saudara yang akan berinfaq untuk mendukung Misi Kemanusiaan MER-C, salurkan bantuan anda ke: BCA cab Kwitang: No. Rek. 686.0153678 BSM (Syariah Mandiri) cab. Kramat: No. Rek. 009.0121.773 (a.n. Medical Emergency Rescue Committee) BMI (Bank Muamalat Indonesia) cab. Arthaloka: No. Rek. 301.00521.15 (a.n. MER-C) atau kunjungi : www.mer-c.org [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tamanislam.wordpress.com&amp;blog=5816353&amp;post=137&amp;subd=tamanislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MER-C akan mengirimkan tim medis ke Palestina. Bagi saudara-saudara yang akan berinfaq untuk mendukung Misi Kemanusiaan MER-C, salurkan bantuan anda ke:</p>
<ul>
<li>BCA cab Kwitang: No. Rek. <strong>686.0153678</strong></li>
<li>BSM (Syariah Mandiri) cab. Kramat: No. Rek. <strong>009.0121.773 </strong></li>
<p>(a.n. Medical Emergency Rescue Committee)</p>
<li>BMI (Bank Muamalat Indonesia) cab. Arthaloka: No. Rek. <strong>301.00521.15</strong> (a.n. MER-C)</li>
</ul>
<p>atau kunjungi :<br />
<a href="http://www.mer-c.org" target="_blank">www.mer-c.org</a> dan <a href="http://www.kispa.org">www.kispa.org</a></p>
<p>Ini adalah saatnya kita untuk berjuang dan membantu saudara-saudara<br />
kita di Palestina. Jika jihad secara fisik belum bisa kita lakukan,<br />
maka berjihadlah dengan harta kita.</p>
<p class="scribefire-powered">Powered by <a href="http://www.scribefire.com/">ScribeFire</a>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tamanislam.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tamanislam.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tamanislam.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tamanislam.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tamanislam.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tamanislam.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tamanislam.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tamanislam.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tamanislam.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tamanislam.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tamanislam.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tamanislam.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tamanislam.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tamanislam.wordpress.com/137/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tamanislam.wordpress.com&amp;blog=5816353&amp;post=137&amp;subd=tamanislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tamanislam.wordpress.com/2009/01/02/pengiriman-tim-medis-mer-c-ke-palestina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">tamanislam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Qunut Nazilah</title>
		<link>http://tamanislam.wordpress.com/2008/12/31/qunut-nazilah/</link>
		<comments>http://tamanislam.wordpress.com/2008/12/31/qunut-nazilah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2008 02:53:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tamanislam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[nazilah]]></category>
		<category><![CDATA[qunut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tamanislam.wordpress.com/2008/12/31/qunut-nazilah/</guid>
		<description><![CDATA[Pada saat kaum muslimin ditimpa dengan bencana atau penindasan, maka kita disunnahkan untuk melakukan qunut nazilah. Dahulu Rosulullah SAW diminta untuk mengirimkan para quraa (guru mengaji) untuk mengajar Bani Sulaym. Maka berangkatlah 70 orang quraa atas permintaan tersebut. Namun disuatu tempat bernama B&#8217;ir al-Ma&#8217;unah para sahabat itu ditawan dan dibunuh. Mendengar hal tersebut Rosulullah merasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tamanislam.wordpress.com&amp;blog=5816353&amp;post=118&amp;subd=tamanislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada saat kaum muslimin ditimpa dengan bencana atau penindasan, maka kita disunnahkan untuk melakukan qunut nazilah. Dahulu Rosulullah SAW diminta untuk mengirimkan para quraa (guru mengaji) untuk mengajar Bani Sulaym. Maka berangkatlah 70 orang quraa atas permintaan tersebut. Namun disuatu tempat bernama B&#8217;ir al-Ma&#8217;unah para sahabat itu ditawan dan dibunuh. Mendengar hal tersebut Rosulullah merasa berduka sehingga selama sebulan penuh melakukan qunut nazilah untuk mengutuk&nbsp; Bani Sulaym.<br />Menurut Imam Syafii, qunut nazilah dibaca setiap sholat lima setelah ruku&#8217; terakhir, waktu baik berjamaah ataupun munfarid. Bila menjadi makmum, maka cukuplah mengamini doa imam.</p>
<p>Inilah salah satu bacaan qunut nazilah:</p>
<p><b>Allaahummaghfir lil muslimiina wal muslimaat, wa allif baina quluubihim wa ashlih dzaata bainihim, wanshur &#8216;alaa &#8216;aduwwika wa &#8216;aduwwihim.</p>
<p>Allaahummal &#8216;in kafarota ahlil kitaabilladziina yukadzdzibuuna rusulaka wa yuqottiluuna auliyaa aka.</p>
<p>Allaahumma khollif baina kalimaatihim, wa zalzil aqdaamahum, wa anzil bihim ba&#8217; sakalladzii laa yuroddu &#8216;anilqoumil mujrimiin.<br />Bismillaahirrohmaanirrohiim. Allaahumma innaa nasta&#8217;iinuka.</p>
<p>Washollallaahu ala sayyidinaa muhammadin wa &#8216;alaa aalihi wa ashhaabihii ajmaiin.<br /></b><br />Artinya:<br /><i>&#8220;Ya Allah ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, Ya Allah jinakkan, satu padukan hati orang-orang muslimin,<br />Perbaikilah keadaan mereka, Tolonglah kaum muslimin utuk melawan musuh-musuh-Mu, dan musuh-musuh mereka.</p>
<p>Ya Allah, laknatlah orang-orang kafir yang mendustakan para RasulMu dan membunuh para kekasih-Mu, Ya Allah cerai-beraikan kesatuan kata mereka,<br />Hancur leburkan kekuatan mereka, Dan turunkanlah bencana-Mu yang tiada tertolak lagi untuk orang-orang yang penuh dengan dosa.</p>
<p>Dengan menyebut nama-Mu ya Allah yang Maha Pengasih Maha Penyayang,<br />Ya Allah, sesungguhnya kami memohon perlindungan kepadaMu&#8221;<br /></i></p>
<p class="scribefire-powered">Powered by <a href="http://www.scribefire.com/">ScribeFire</a>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tamanislam.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tamanislam.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tamanislam.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tamanislam.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tamanislam.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tamanislam.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tamanislam.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tamanislam.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tamanislam.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tamanislam.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tamanislam.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tamanislam.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tamanislam.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tamanislam.wordpress.com/118/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tamanislam.wordpress.com&amp;blog=5816353&amp;post=118&amp;subd=tamanislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tamanislam.wordpress.com/2008/12/31/qunut-nazilah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">tamanislam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Al-Quran &amp; Jendral Adolf Roberto</title>
		<link>http://tamanislam.wordpress.com/2008/12/30/al-quran-jendral-adolf-roberto/</link>
		<comments>http://tamanislam.wordpress.com/2008/12/30/al-quran-jendral-adolf-roberto/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2008 13:30:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tamanislam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[andalusia]]></category>
		<category><![CDATA[mualaf]]></category>
		<category><![CDATA[spanyol]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tamanislam.wordpress.com/2008/12/30/al-quran-jendral-adolf-roberto/</guid>
		<description><![CDATA[Dari :  Al-Manahil Suatu petang, di Tahun 1525. Penjara tempat tahanan orang-orang di situ terasa hening mencengkam. Jeneral Adolf Roberto, pemimpin penjara yang terkenal bengis, tengah memeriksa setiap kamar tahanan. Setiap banduan penjara membongkokkan badannya rendah-rendah ketika &#8216;algojo penjara&#8217; itu melintasi di hadapan mereka. Kerana kalau tidak, sepatu &#8216;boot keras&#8217; milik tuan Roberto yang fanatik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tamanislam.wordpress.com&amp;blog=5816353&amp;post=114&amp;subd=tamanislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari :  Al-Manahil</p>
<p>Suatu petang, di Tahun 1525. Penjara tempat tahanan orang-orang di situ terasa hening mencengkam. Jeneral Adolf Roberto, pemimpin penjara yang terkenal bengis, tengah memeriksa setiap kamar tahanan.</p>
<p>Setiap banduan penjara membongkokkan badannya rendah-rendah ketika &#8216;algojo penjara&#8217; itu melintasi di hadapan mereka. Kerana kalau tidak, sepatu &#8216;boot keras&#8217; milik tuan Roberto yang fanatik Kristian itu akan mendarat di wajah mereka. Roberto marah besar ketika dari sebuah kamar tahanan terdengar seseoran mengumandangkan suara-suara yang amat ia benci. &#8220;Hai&#8230;hentikan suara jelekmu! Hentikan&#8230;!&#8221; Teriak Roberto sekeras-kerasnya sambil membelalakkan mata. Namun apa yang terjadi? Laki-laki di kamar tahanan tadi tetap saja bersenandung dengan khusyu&#8217;nya. Roberto bertambah berang. Algojo penjara itu menghampiri kamar tahanan yang luasnya tak lebih sekadar cukup untuk satu orang.<br />
<span id="more-114"></span><br />
Dengan marah ia menyemburkan ludahnya ke wajah tua sang tahanan yang keriput hanya tinggal tulang. Tak puas sampai di situ, ia lalu menyucuh wajah dan seluruh badan orang tua renta itu dengan rokoknya yang menyala. Sungguh ajaib&#8230; Tak terdengar secuil pun keluh kesakitan. Bibir yang pucat kering milik sang tahanan amat galak untuk meneriakkan kata Rabbi, wa ana &#8216;abduka&#8230; Tahanan lain yang menyaksikan kebiadaban itu serentak bertakbir sambil berkata, &#8220;Bersabarlah wahai ustaz&#8230;InsyaALlah tempatmu di Syurga.&#8221;</p>
<p>Melihat kegigihan orang tua yang dipanggil ustaz oleh sesama tahanan, &#8216;algojo penjara&#8217; itu bertambah memuncak marahnya. Ia memerintahkan pegawai penjara untuk membuka sel, dan ditariknya tubuh orang tua itu keras-kerasnya sehingga terjerembab di lantai.</p>
<p>&#8220;Hai orang tua busuk! Bukankah engkau tahu,  aku tidak suka bahasa hinamu itu?! Aku tidak suka apa-apa yang berhubung dengan agamamu! Ketahuilah orang tua dungu, bumi Sepanyol ini kini telah berada dalam kekuasaan bapa kami, Tuhan Jesus. Anda telah membuat aku benci dan geram dengan &#8216;suara-suara&#8217; yang seharusnya tidak didengari lagi di sini. Sebagai balasannya engkau akan kubunuh. Kecuali, kalau engkau mahu minta maaf dan masuk agama kami.&#8221;</p>
<p>Mendengar &#8220;khutbah&#8221; itu orang tua itu mendongakkan kepala, menatap Roberto dengan tatapan yang tajam dan dingin. Ia lalu berucap,</p>
<p>&#8220;Sungguh&#8230;aku sangat merindukan kematian, agar aku segera dapat menjumpai kekasihku yang amat kucintai, ALlah. Bila kini aku berada di puncak kebahagiaan karena akan segera menemuiNya, patutkah aku berlutut kepadamu, hai manusia busuk? Jika aku turuti kemahuanmu, tentu aku termasuk manusia yang amat bodoh.&#8221;</p>
<p>Sejurus sahaja kata-kata itu terhenti, sepatu lars Roberto sudah mendarat di wajahnya. Laki-laki itu terhuyung. Kemudian jatuh terkapar di lantai penjara dengan wajah berlumuran darah. Ketika itulah dari saku baju penjaranya yang telah lusuh, meluncur sebuah &#8216;buku kecil&#8217;. Adolf Roberto berusaha<br />
memungutnya. Namun tangan sang Ustaz telah terlebih dahulu mengambil dan menggenggamnya erat-erat. &#8220;Berikan buku itu, hai laki-laki dungu!&#8221; bentak Roberto.</p>
<p>&#8220;Haram bagi tanganmu yang kafir dan berlumuran dosa untuk menyentuh barang suci ini!&#8221;ucap sang ustaz dengan tatapan menghina pada Roberto. Tak ada jalan lain, akhirnya Roberto mengambil jalan paksa untuk mendapatkan buku itu. Sepatu lars seberat dua kilogram itu ia gunakan untuk menginjak jari-jari tangan sang ustaz yang telah lemah.</p>
<p>Suara gemeretak tulang yang patah terdengar menggetarkan hati. Namun tidak demikian bagi Roberto. Laki-laki bengis itu malah merasa bangga mendengar gemeretak tulang yang terputus. Bahkan &#8216;algojo penjara&#8217; itu merasa lebih puas lagi ketika melihat tetesan darah mengalir dari jari-jari musuhnya yang telah hancur.</p>
<p>Setelah tangan tua itu tak berdaya, Roberto memungut buku kecil yang membuatnya baran. Perlahan Roberto membuka sampul buku yang telah lusuh. Mendadak algojo itu termenung.</p>
<p>&#8220;Ah&#8230;seperti aku pernah mengenal buku ini. Tetapi bila? Ya, aku pernah mengenal buku ini.&#8221;</p>
<p>Suara hati Roberto bertanya-tanya. Perlahan Roberto membuka lembaran pertama itu. Pemuda berumur tiga puluh tahun itu bertambah terkejut tatkala melihat tulisan-tulisan &#8220;aneh&#8221; dalam buku itu. Rasanya ia pernah mengenal tulisan seperti itu dahulu. Namun, sekarang tak pernah dilihatnya di bumi Sepanyol.</p>
<p>Akhirnya Roberto duduk di samping sang ustaz yang sedang melepaskan nafas-nafas terakhirnya. Wajah bengis sang algojo kini diliputi tanda tanya yang dalam. Mata Roberto rapat terpejam. Ia berusaha keras mengingat peristiwa yang dialaminya sewaktu masih kanak-kanak.</p>
<p>Perlahan, sketsa masa lalu itu tergambar kembali dalam ingatan Roberto. Pemuda itu teringat ketika suatu petang di masa kanak-kanaknya terjadi kekecohan besar di negeri tempat kelahirannya ini. Petang itu ia melihat peristiwa yang mengerikan di lapangan Inkuisisi (lapangan tempat pembantaian kaum muslimin di Andalusia). Di tempat itu tengah berlangsung pesta darah dan nyawa. Beribu-ribu jiwa tak berdosa gugur di bumi Andalusia.</p>
<p>Di hujung kiri lapangan, beberapa puluh wanita berhijab (jilbab) digantung pada tiang-tiang besi yang terpancang tinggi. Tubuh mereka bergelantungan tertiup angin petang yang kencang, membuat pakaian muslimah yang dikenakan berkibar-kibar di udara. Sementara, di tengah lapangan ratusan pemuda Islam dibakar hidup-hidup pada tiang-tiang salib, hanya karena tidak mahu memasuki agama yang dibawa oleh para rahib.</p>
<p>Seorang kanak- kanak laki-laki comel dan tampan, berumur sekitar tujuh tahun, malam itu masih berdiri tegak di lapangan Inkuisisi yang telah senyap. Korban-korban kebiadaban itu telah syahid semua. Kanak kanak comel itu melimpahkan airmatanya menatap sang ibu yang terkulai lemah di tiang gantungan. Perlahan-lahan kanak &#8211; kanak itu mendekati tubuh sang ummi yang tak sudah bernyawa, sambil menggayuti abinya. Sang anak itu berkata dengan suara parau, &#8220;Ummi, ummi, mari kita pulang. Hari telah malam. Bukankah ummi telah berjanji malam ini akan mengajariku lagi tentang alif, ba, ta, tsa&#8230;.? Ummi, cepat pulang ke rumah ummi&#8230;&#8221;</p>
<p>Budak kecil itu akhirnya menangis keras, ketika sang ummi tak jua menjawab ucapannya. Ia semakin bingung dan takut, tak tahu apa yang harus dibuat . Untuk pulang ke rumah pun ia tak tahu arah. Akhirnya budak itu berteriak memanggil bapaknya, &#8220;Abi&#8230;Abi&#8230;Abi&#8230;&#8221; Namun ia segera terhenti berteriak memanggil sang bapa ketika teringat petang kelmarin bapanya diseret dari rumah oleh beberapa orang berseragam.</p>
<p>&#8220;Hai&#8230;siapa kamu?!&#8221; jerit segerombolan orang yang tiba-tiba mendekati budak tersebut. &#8220;Saya Ahmad Izzah, sedang menunggu Ummi&#8230;&#8221; jawabnya memohon belas kasih. &#8220;Hah&#8230;siapa namamu budak, cuba ulangi!&#8221; bentak salah seorang dari mereka. &#8220;Saya Ahmad Izzah&#8230;&#8221; dia kembali menjawab dengan agak kasar. Tiba-tiba &#8220;Plak! sebuah tamparan mendarat di pipi si kecil. &#8220;Hai budak&#8230;! Wajahmu cantik tapi namamu hodoh. Aku benci namamu. Sekarang kutukar namamu dengan nama yang lebih baik. Namamu sekarang &#8216;Adolf Roberto&#8217;&#8230;Awas! Jangan kau sebut lagi namamu yang buruk itu. Kalau kau sebut lagi nama lamamu itu, nanti akan kubunuh!&#8221; ancam laki-laki itu.&#8221;</p>
<p>Budak itu mengigil ketakutan, sembari tetap menitiskan air mata. Dia hanya menurut ketika gerombolan itu membawanya keluar lapangan Inkuisisi. Akhirnya budak tampan itu hidup bersama mereka.</p>
<p>Roberto sedar dari renungannya yang panjang. Pemuda itu melompat ke arah sang tahanan. Secepat kilat dirobeknya baju penjara yang melekat pada tubuh sang ustaz. Ia mencari-cari sesuatu di pusat laki-laki itu. Ketika ia menemukan sebuah &#8216;tanda hitam&#8217; ia berteriak histeria, &#8220;Abi&#8230;Abi&#8230;Abi&#8230;&#8221; Ia pun menangis keras, tak ubahnya seperti Ahmad Izzah dulu. Fikirannya terus bergelut dengan masa lalunya. Ia masih ingat betul, bahwa buku kecil yang ada di dalam genggamannya adalah Kitab Suci milik bapanya, yang dulu sering dibawa dan dibaca ayahnya ketika hendak menidurkannya. Ia jua ingat betul ayahnya mempunyai &#8216;tanda hitam&#8217; pada bahagian pusat.</p>
<p>Pemuda bengis itu terus meraung dan memeluk erat tubuh tua nan lemah. Tampak sekali ada penyesalan yang amat dalam atas tingkah-lakunya selama ini. Lidahnya yang sudah berpuluh-puluh tahun lupa akan Islam, saat itu dengan spontan menyebut, &#8220;Abi&#8230; aku masih ingat alif, ba, ta, tha&#8230;&#8221; Hanya sebatas kata itu yang masih terakam dalam benaknya.</p>
<p>Sang ustaz segera membuka mata ketika merasakan ada tetesan hangat yang membasahi wajahnya. Dengan tatapan samar dia masih dapat melihat seseorang yang tadi menyeksanya habis-habisan kini sedang memeluknya. &#8220;Tunjuki aku pada jalan yang telah engkau tempuhi Abi, tunjukkan aku pada jalan itu&#8230;&#8221; Terdengar suara Roberto meminta belas.</p>
<p>Sang ustaz tengah mengatur nafas untuk berkata-kata, lalu memejamkan matanya. Air matanya pun turut berlinang. Betapa tidak, jika setelah puluhan tahun, ternyata ia masih sempat berjumpa dengan buah hatinya, di tempat ini. Sungguh tak masuk akal. Ini semata-mata bukti kebesaran Allah.</p>
<p>Sang Abi dengan susah payah masih boleh berucap. &#8220;Anakku, pergilah engkau ke Mesir. Di sana banyak saudaramu. Katakan saja bahwa engkau kenal dengan Syaikh Abdullah Fattah Ismail Al-Andalusy. Belajarlah engkau di negeri itu,&#8221; Setelah selesai berpesan sang ustaz menghembuskan nafas terakhir dengan berbekal kalimah indah &#8220;Asyahadu anla IllaahailALlah, wa asyahadu anna Muhammad Rasullullah&#8230;&#8217;. Beliau pergi dengan menemui Rabbnya dengan tersenyum, setelah sekian lama berjuang dibumi yang fana ini.</p>
<p>Kini Ahmah Izzah telah menjadi seorang alim di Mesir. Seluruh hidupnya dibaktikan untuk agamanya, &#8216;Islam, sebagai ganti kekafiran yang di masa muda sempat disandangnya. Banyak pemuda Islam dari berbagai penjuru berguru dengannya&#8230;&#8221;</p>
<p>Al-Ustadz Ahmad Izzah Al-Andalusy.</p>
<p>Benarlah firman Allah&#8230;</p>
<p>&#8220;Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama ALlah, tetaplah atas fitrah ALlah yang telah menciptakan manusia menurut fitrahnya itu. Tidak ada perubahan atas fitrah ALlah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.&#8221; (QS&gt;30:30)</p>
<p>Syeikh Al-Islam Turki yang terakhir iaitu As-Syeikh Mustafa Al Basri telah menegaskan dalam bukunya &#8230;</p>
<p>Sekularisma yang memisahkan ajaran agama dengan kehidupan dunia merupakan jalan paling mudah untuk menjadi murtad.</p>
<p class="scribefire-powered">Powered by <a href="http://www.scribefire.com/">ScribeFire</a>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tamanislam.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tamanislam.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tamanislam.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tamanislam.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tamanislam.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tamanislam.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tamanislam.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tamanislam.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tamanislam.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tamanislam.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tamanislam.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tamanislam.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tamanislam.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tamanislam.wordpress.com/114/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tamanislam.wordpress.com&amp;blog=5816353&amp;post=114&amp;subd=tamanislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tamanislam.wordpress.com/2008/12/30/al-quran-jendral-adolf-roberto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">tamanislam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Duka di Gaza&#8230;</title>
		<link>http://tamanislam.wordpress.com/2008/12/30/duka-di-gaza/</link>
		<comments>http://tamanislam.wordpress.com/2008/12/30/duka-di-gaza/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2008 09:48:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tamanislam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[agresi]]></category>
		<category><![CDATA[gaza]]></category>
		<category><![CDATA[israel]]></category>
		<category><![CDATA[jihad]]></category>
		<category><![CDATA[mujahidin]]></category>
		<category><![CDATA[palestina]]></category>
		<category><![CDATA[qunut nazilah]]></category>
		<category><![CDATA[zionis]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.Menurut berita terakhir kebiadaban zionis Israel telah merenggut lebihdari 375 jiwa, lebih dari 2000 orang luka-luka, termasuk diantaranya wanita dan anak-anak. Bukan hanya rumah-rumah sipil dan fasilitas umum, Israel juga menghancurkan rumah-rumah Allah disana. Sementara itu banyak negara yang mengaku muslim&#160; bungkam seribu bahasa untuk sekedar mengutuk tindakan tersebut. Inilah wajah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tamanislam.wordpress.com&amp;blog=5816353&amp;post=107&amp;subd=tamanislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.</em><br />Menurut berita terakhir kebiadaban zionis Israel telah merenggut lebih<br />dari 375 jiwa, lebih dari 2000 orang luka-luka, termasuk diantaranya wanita dan anak-anak. Bukan hanya rumah-rumah sipil dan fasilitas umum, Israel juga menghancurkan rumah-rumah Allah disana. Sementara itu banyak negara yang mengaku muslim&nbsp; bungkam seribu bahasa untuk sekedar mengutuk tindakan tersebut. Inilah wajah kaum muslimin sekarang, dimana kita semua dikuasai oleh pemimpin-pemimpin yang jadi abdi dunia, abdi kaum zionis dalam berbagai macam bentuknya. Jika disuatu tempat kaum muslimin sedang berjuang melawan musuh-musuh Allah, disebagian tempat kita sedang asyik berpestapora, memperebutkan kekuasaan dan menumpuk kekayaan.</p>
<p>Apa yang kita bisa perbuat buat saudara-saudara kita<br />disana? Mungkin ada orang yang mencibir menganggap sok-sokan peduli,<br />sedangkan di Indonesia atau di sekitar rumah kita saja masih banyak<br />kesulitan, dan kita tidak bisa berbuat apa-apa. Banyak hal yang<br />menghalangi kita untuk membantu saudara sesama muslim. Baik yang secara<br />konspiratif dilakukan oleh orang-orang yang menginginkan umat islam<br />selalu lemah dan kalah, ataupun yang berasal dari diri sendiri karena<br />merasa belum mapan, belum saatnya, dan berbagai alasan lainnya. Mungkin saat ini adalah momentum yang tepat untuk kembali meningkatkan kepedulian<br />terhadap kaum muslimin di sekitar kita. Jangan sampai kerasnya hati<br />kita, atau kurangnya kepedulian terhadap nasib kaum muslimin akan<br />menuntun kita pada maut <i>su&#8217;ul khatimah. Naudzu billahi min dzalik</i>. </p>
<p>Saudaraku, panjatkanlah do&#8217;a untuk seluruh kaum muslimin, baik di sekitar kita ataupun di bagian dunia lainnya. Lakukanlah<b> Qunut Nazilah</b> setiap sholat lima waktu untuk mendoakan kejayaan para mujahidin, ajak saudara-saudara kita untuk melakukannya. Sudah bukan waktunya lagi kita gontok-gontokan, buang-buang energi dengan perbedaan dan perpecahan.<br />Para mujahidin tidak minta dikasihani, karena jihad sudah menjadi darah<br />daging mereka. Dibalik kedukaan, hati mereka penuh dengan keyakinan<br />bahwa mereka sedang menuju jannah-Nya. Hidup mulia atau mati syahid<br />adalah motto mereka.<br />Panjatkanlah doa-doa untuk menguatkan hati mereka, untuk persatuan ummat islam, menggugah hati para pemimpin negara islam, dan untuk kehancuran zionis dan sekutu-sekutunya. Berikanlah bantuan sekecil apapun. <br /><em>Allahummanshur mujahidiin fi kulli makan wa kulli zaman.</em>
<p class="scribefire-powered">Powered by <a href="http://www.scribefire.com/">ScribeFire</a>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tamanislam.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tamanislam.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tamanislam.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tamanislam.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tamanislam.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tamanislam.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tamanislam.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tamanislam.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tamanislam.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tamanislam.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tamanislam.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tamanislam.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tamanislam.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tamanislam.wordpress.com/107/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tamanislam.wordpress.com&amp;blog=5816353&amp;post=107&amp;subd=tamanislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tamanislam.wordpress.com/2008/12/30/duka-di-gaza/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">tamanislam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Induk Kesuksesan</title>
		<link>http://tamanislam.wordpress.com/2008/12/24/induk-kesuksesan/</link>
		<comments>http://tamanislam.wordpress.com/2008/12/24/induk-kesuksesan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Dec 2008 07:29:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tamanislam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[cita-cita]]></category>
		<category><![CDATA[etika]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[obat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tamanislam.wordpress.com/2008/12/24/induk-kesuksesan/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Syarqawi DhofirSumber: - Dalam percakapan sehari-hari, kata &#8221;induk&#8221; kerap digunakan untuk menyebut segala yang pokok, yang menjadi asal, dan paling utama dari segala sesuatu. Nabi Muhammad menyebut, &#8221;Induk (ummahat) itu ada empat: induk obat, induk ibadah, induk etika, dan induk cita-cita.&#8221;Induk obat, artinya yang paling utama dari segala obat adalah sedikit makan. Beliau memberi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tamanislam.wordpress.com&amp;blog=5816353&amp;post=79&amp;subd=tamanislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b>Oleh: Syarqawi Dhofir</b><br />Sumber: -</p>
<p>Dalam percakapan sehari-hari, kata &#8221;induk&#8221; kerap digunakan untuk menyebut segala yang pokok, yang menjadi asal, dan paling utama dari segala sesuatu. Nabi Muhammad menyebut, &#8221;Induk (ummahat) itu ada empat: induk obat, induk ibadah, induk etika, dan induk cita-cita.&#8221;<br /><span id="more-79"></span><br />Induk obat, artinya yang paling utama dari segala obat adalah sedikit makan. Beliau memberi petunjuk, <i>&#8221;Tidak ada pekerjaan anak Adam mengisi penuh suatu bejana yang lebih jelek daripada mengisi penuh perutnya. Cukup kiranya beberapa suap untuk meluruskan punggungnya. Jika tidak boleh tidak harus diisi, isilah sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga untuk bernafas.&#8221;</i> (HR Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Majah, dan Hakim).</p>
<p>Sabda Rasulullah jauh sebelum kemajuan ilmu kedokteran itu ternyata mirip pernyataan Karl Alexis, ahli bedah dan psikiater &#8212; pemenang hadiah Nobel bidang kedokteran. Ia mengemukakan, &#8221;Sungguh, makan banyak dan berlebihan itu dapat merusak fungsi (pencernaan) makanan. Padahal makan itu besar fungsinya bagi kelangsungan hidup. Karena itu perlu ada pengaturan pengurangan makanan.&#8221;</p>
<p>Induk ibadah adalah sedikit dosa. Dosa bisa menghilangkan nilai ibadah. Apalagi dosa terhadap sesama manusia. Banyak hadis dan ayat Alquran yang menyebutkan bahwa dosa karena tidak mengerjakan kewajiban sosial dapat menghilangkan makna ibadah mahdhoh (ibadah murni kepada Allah seperti salat), bahkan dapat meniadakan iman seseorang. Salah satu hadis itu berbunyi, <i>&#8221;Tidaklah beriman seseorang yang kenyang sementara tetangganya kelaparan.&#8221;</i></p>
<p>Hal itu mengisyaratkan bahwa dosa sosial berdampak lebih besar bagi stabilitas, keamanan, dan kesejahteraan manusia dalam berbagai sektor kehidupan. Negeri kita pernah dilanda kenaikan beberapa bahan pokok yang kemudian menimbulkan gejolak sosial, dan kekuatan politik pemerintah tidak bisa menanggulanginya. Salah satu sebabnya adalah karena dosa konglomerasi perdagangan yang berjalan jauh dari prinsip-prinsip demokrasi yang rasional.</p>
<p>Induk etika adalah sedikit bicara. Bahkan dalam hadis lain Rasulullah menyebut, <i>&#8221;Diam itu ibadah paling tinggi&#8221; (HR Ad-Dailami), &#8221;Diam itu bijaksana&#8221;, serta &#8221;Diam itu hiasan cendekiawan dan tirai bagi orang bodoh&#8221; </i>(HR Abu as-Syaikh). Tentu saja, itu maksudnya dalam konteks menjaga kewibawaan kebenaran ilmu agar tidak dibicarakan sembarangan. Bahkan Rasulullah menggelitik kita yang selalu doyan berbicara panjang: <i>&#8221;Diam itu bijaksana tetapi sedikit sekali yang mau melakukan&#8221;</i> (HR. Qana&#8217;ie dari Anas dan Ad-Dailami). Sudah tentu yang dimaksud adalah dalam soal yang tidak ada gunanya.</p>
<p>Dan terakhir, induk cita-cita adalah sabar. Kesabaran adalah tulang punggung dan basis utama bagi tercapainya cita-cita. Penelitian komparatif di Amerika antara anak-anak yang memiliki daya tahan emosi (baca: sabar) dengan anak yang memiliki kepandaian dan kecerdasan yang baik (baca: IQ) membuktikan bahwa &#8212; 15 tahun kemudian (setelah anak-anak itu dewasa) &#8212; ternyata anak-anak yang memiliki daya tahan emosi lebih berhasil menjalankan karier hidupnya daripada mereka yang memiliki IQ tinggi. Karena itu Allah menganjurkan. <i>&#8221;Mintalah kamu pertolongan dari sabar dan salat!&#8221;</i> (Al-Baqoroh:45) Kembali, ajaran agama kita terbukti kebenarannya secara ilmiah. Mari kita coba! &#8211; ah</p>
<p>
<p class="scribefire-powered">Powered by <a href="http://www.scribefire.com/">ScribeFire</a>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tamanislam.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tamanislam.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tamanislam.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tamanislam.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tamanislam.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tamanislam.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tamanislam.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tamanislam.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tamanislam.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tamanislam.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tamanislam.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tamanislam.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tamanislam.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tamanislam.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tamanislam.wordpress.com&amp;blog=5816353&amp;post=79&amp;subd=tamanislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tamanislam.wordpress.com/2008/12/24/induk-kesuksesan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">tamanislam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bulan Muharram</title>
		<link>http://tamanislam.wordpress.com/2008/12/23/bulan-muharram/</link>
		<comments>http://tamanislam.wordpress.com/2008/12/23/bulan-muharram/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Dec 2008 02:54:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tamanislam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[asyura]]></category>
		<category><![CDATA[muharram]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tamanislam.wordpress.com/2008/12/23/bulan-muharram/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Amu Khansa LamonganiSumber: alsofwah.or.id Manakala datang tahun baru hijriyah, yaitu bulan al-Muharram, pada bulan ini kita telah berpisah dengan tahun sebelumnya dan akan menyambut tahun yang akan datang, tahun yang baru, maka apakah yang telah kita tinggalkan dari sekian amal perbuatan untuk tahun kemarin? Dan dengan apa kita akan menyambut tahun yang baru [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tamanislam.wordpress.com&amp;blog=5816353&amp;post=73&amp;subd=tamanislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Amu Khansa Lamongani</strong><br />Sumber: alsofwah.or.id</p>
<p>Manakala datang tahun baru hijriyah, yaitu bulan al-Muharram, pada bulan ini kita telah berpisah dengan tahun sebelumnya dan akan menyambut tahun yang akan datang, tahun yang baru, maka apakah yang telah kita tinggalkan dari sekian amal perbuatan untuk tahun kemarin? Dan dengan apa kita akan menyambut tahun yang baru ini?? Apakah bulan ini memiliki keistimewaan dan keutamaan tersendiri? apakah ada amalan yang harus dilakukan oleh setiap muslim pada bulan tersebut sebagai upaya untuk menghidupkan as-Sunnah dan upaya untuk memperoleh pahala serta kebaikan bagi orang yang mengajak kepada tujuan agama.<br /><span id="more-73"></span></p>
<p><strong>Pendahuluan</strong></p>
<p>Segala puji bagi Allah Subhaanahu wa Ta’ala, kami memuji-Nya, mohon pertolongan-Nya dan minta ampunan-Nya, kamipun berlindung kepada-Nya dari kejelekan diri dan keburukan amal kami.</p>
<p>Barangsiapa yang Allah Subhaanahu wa Ta’ala berikan petunjuk kepadanya, niscaya tak ada seorangpun yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang telah Allah Subhaanahu wa Ta’ala sesatkan, niscaya tak akan ada seorangpun yang dapat memberikan petunjuk kepadanya.</p>
<p>Dan saya bersaksi bahwa tiada ilaah yang berhak untuk disembah melainkan Allah Subhaanahu wa Ta’ala semata tiada sekutu bagi-Nya, dan saya berkasi bahwa Muhammad adalah seorang hamba dan utusan-Nya Dan saya bersaksi bahwa tiada ilaah yang berhak untuk disembah melainkan Allah Subhaanahu wa Ta’ala semata tiada sekutu bagi-Nya, dan saya berkasi bahwa Muhammad adalah seorang hamba dan utusan-Nya. Dan saya bersaksi bahwa tiada ilaah yang berhak untuk disembah melainkan Allah Subhaanahu wa Ta’ala semata tiada sekutu bagi-Nya, dan saya berkasi bahwa Muhammad adalah seorang hamba dan utusan-Nya.</p>
<p>Selanjutnya, pada dasarnya adanya pergantian malam dan siang, bulan serta tahun terdapat hikmah dan pelajaran yang agung bagi setiap orang yang mau berfikir. Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman, artinya:<br /><em>”Allah mempergantikan malam dan siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran yang besar bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan.”</em> (QS. an-Nur: 44)</p>
<p>Oleh karenanya sudah merupakan keharusan bagi setiap muslim agar dia senantiasa interopeksi diri setiap saat dan setiap waktu sehingga dia tetap bisa istiqamah dan terjaga dalam beragama atas dasar pemahaman yang benar dan lurus dan tidak salah sangka terhadap dirinya dengan mengganggap telah berbuat sebaik-baiknya padahal tidak demikian. Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman, artinya: <em>“Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka telah berbuat sebaik-baiknya. “</em> (QS al-Kahfi: 104).</p>
<p>Demikian halnya, manakala datang tahun baru hijriyah, yaitu bulan al-Muharram, pada bulan ini kita telah berpisah dengan tahun sebelumnya dan akan menyambut tahun yang akan datang, tahun yang baru, maka apakah yang telah kita tinggalkan dari sekian amal perbuatan untuk tahun kemarin? Dan dengan apa kita akan menyambut tahun yang baru ini?? Apakah bulan ini memiliki keistimewaan dan keutamaan tersendiri? apakah ada amalan yang harus dilakukan oleh setiap muslim pada bulan tersebut sebagai upaya untuk menghidupkan as-Sunnah dan upaya untuk memperoleh pahala serta kebaikan bagi orang yang mengajak kepada tujuan agama.<br />Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: <em>“Siapa yang mengajak kepada suatu petunjuk maka ia akan memperoleh pahala seperti pahala orang yang mengikutinya dan tidaklah mengurangi sedikitpun dari pahala mereka.”</em> (HR. Muslim)</p>
<p><strong>Keutamaan Bulan Muharram</strong></p>
<p>Pada asalnya hari dan bulan memiliki kedudukan yang sama di sisi Allah Subhaanahu wa Ta’ala, kecuali yang diistimewakan dari hari dan bulan selainnya berdarkan dalil-dali yang otentik, baik dari al-Qur’an ataupun as-Sunnah yang shahih.</p>
<p>Dan termasuk bulan yang mulia di antara bulan-bulan yang ada adalah bulan Muharram. Hal ini berdasarkan firman Allah Subhaanahu wa Ta’ala, artinya: <em>“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah menganiaya diri dalam bulan yang empat itu, dan perangilah musyrikin semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa.”</em> (QS. at-Taubah: 36)</p>
<p>Dan di dalam hadits yang shahih Rasulullah bersabda: <em>“……….Di dalam satu tahun ada dua belas bulan dan di antaranya terdapat empat bulan yang mulia, tiga di antaranya berturut-turut: Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram, dan Rajab yang berada di antara bulan Jumada dan Sya’ban.”</em> (HR. al-Bukhari, no. 2958 dari Abu Bakrah).</p>
<p>Dari ayat dan hadits di atas telah menunjukkan kemuliaan bulan tersebut di sisi Allah Subhaanahu wa Ta’ala dan penamaan Muharram merupakan penguat atas keutamaan yang terkandung di dalamnya.</p>
<p>Dan di antara keutamaan yang terkandung di bulan Muharram adalah sebagai berikut:
<ul>	
<li>Dosa yang dilakukan pada bulan-bulan yang dimuliakan tersebut lebih dahsyat dari bulan-bulan selainnya. Dan begitu juga sebaliknya bahwa pahala amal shalih begitu besar dibandingkan bulan-bulan lainnya. Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman, artinya: <em>“Janganlah kalian mendzalimi diri-diri kalian di dalamnya -bulan-bulan tersebut&#8221; </em>(QS. at-Taubah: 36). Berkata Ibnu Katsir: <em>“Di bulan-bulan yang Allah tetapkan di dalam setahun kemudian Allah khususkan dari bulan-bulan tersebut empat bulan, yang Allah menjadikan sebagai bulan-bulan yang mulia dan mengagungkan kemulyaaannya, dan menetapkan perbuatan dosa di dalamnya sangat besar, begitu pula dengan amal shalih pahalanya begitu besar.”</em> (Lihat Tafsir Ibnu Katsir pada QS. at-Taubah:36)</li>
<p></ul>
<p>
<ul>	
<li>Disunnahkan memperbanyak puasa pada bulan Muharram, khususnya berpuasa pada tanggal 10 Muharram (puasa ‘Asyura). Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, <em>“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah al-Muharram.”</em> (HR. Muslim) dan di dalam hadits yang lain beliau juga bersabda, <em>“Puasa ‘Asyura menghapus kesalahan setahun yang telah lalu.” </em>(HR. Muslim).Ibnu Abbas berkata. <em>“Tidaklah aku melihat Rasulullah lebih menjaga puasa pada hari yang diutamakannya dari hari yang lain kecuali hari ini, yaitu ‘Asyura.”</em> (Shahih at-Targhib wa at-Tarhib).</li>
<p></ul>
<p><strong>Amalan Yang Dianjurkan</strong></p>
<p>Bertolak dari keutamaan yang terkandung di dalam bulan Muharram, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh kaum Muslimin dalam menyambut bulan yang mulia ini.</p>
<p>Dan diantara amalan yang dianjurkan dalam bulan Muharram adalah sebagai berikut:
<ul>	
<li>Tidak berbuat dzalim pada bulan ini, baik yang kecil maupun yang besar. Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman, <em>“…maka janganlah menganiaya diri dalam bulan yang empat itu.”</em>(QS. at-Taubah: 36). Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, <em>“Takutlah kalian terhadap kedhaliman, karena sesungguhnya kedhaliman itu merupakan kegelapan-kegelapan pada hari kiamat.”</em> (HR. Muslim dan lainnya). Dalam hadits yang lain beliau bersabda, <em>“Tidak ada dari satu dosapun yang lebih pantas untuk dicepatkan siksanya dari pelaku dosa itu baik di dunia maupun di akhirat daripada melewati batas (kedhaliman) dan memutus silaturrahim.”</em> (ash-Shahihah, no. 915)</li>
<p>	
<li>Berpuasa ‘Asyura (10 Muharram). Diperintahkannya puasa ‘Asyura karena didalamnya terkandung sekian keutamaan. Imam an-Nawawiy berkata, <em>“Puasa hari ‘Asyura dapat menghapuskan seluruh dosa-dosa kecil selain dosa-dosa besar dan sebagai kafarrah dosa satu tahun.”</em> (al-Majmu’ Syarh al-Muhadzab, juz. 6). Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata, <em>“Dihapuskan dosa-dosa dengan thaharah, shalat, puasa di bulan Ramadhan, puasa hari ‘Arafah, dan puasa hari ‘Asyura, semuanya untuk dosa-dosa yang kecil.”</em>(Lihat. Al-Fatawa al-Kubra, juz. 5)</li>
<p>	
<li>Disukai puasa ‘Asyura (10 Muharram) disertai dengan Tasu’a (9 Muharram) untuk menyelisi orang-orang Yahudi dan Nashrani. Ibnu Abbas berkata, <em>“Ketika Rasulullah berpuasa pada hari ‘Asyura dan memerintahkan para shahabat untuk berpuasa, mereka berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya hari tersebut diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nashrani, maka Rasulullah bersabda, “Maka apabila datang tahun depan insya Allah kita berpuasa pada hari ke sembilan.” Ibnu Abbas berkata, “Tidaklah datang tahun berikutnya sampai Rasulullah wafat.”</em>(HR. Muslim, no. 1916)</li>
<p></ul>
<p>Berkaitan dengan puasa &#8216;Asyura secara khusus, maka ada beberapa cara dalam pelaksanaannya, di antaranya:</p>
<p>1. Berpuasa selama tiga hari, 9, 10 dan 11 Muharram.<br />Hal ini berdasarkan hadits Ibnu Abbas, <em>&#8220;Selisihilah orang Yahudi dan berpuasalah sehari sebelum dan sehari setelahnya.&#8221;</em><br />Ibnu Hajar di dalam Fath al-Baari, 4/246 juga mengisyaratkan keutamaan cara ini. Dan termasuk yang memilih pendapat puasa tiga hari tersebut adalah Imam asy-Syaukani (Nail al-Authar, 4/245)</p>
<p>Namun maryolitas ulama yang memilih cara seperti ini adalah dimaksudkan untuk lebih hati-hati. Sebagaimana yang dinukil oleh Ibnu Qudamah di dalam al-Mughni dari pendapat Imam Ahmad yang memilih cara seperti ini pada saat timbul kerancuan dalam menentukan awal bulan.</p>
<p>2. Berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram.<br />Maryolitas hadits menunjukkan cara seperti ini, sebagaimana yang telah tersampaikan di atas.</p>
<p>3. Berpuasa dua hari, yaitu pada tanggal 9 dan 10 atau 10 dan 11 Muharram.<br />Hal ini berdasarkan hadits Ibnu Abbas, <em>&#8220;Selisihilah orang Yahudi dan berpuasalah sehari sebelum atau sehari setelahnya.&#8221;</em> (Hadits shahih secara mauquf sebagaimana dalam as-Sunan al-Ma&#8217;tsurah, asy-Syafi&#8217;i, no. 338 dan Ibnu Jarir ath-Thabari dalam Tahdzibul Atsar, 1/218).</p>
<p>Ibnu Rajab berkata, <em>&#8220;Dalam sebagian riwayat disebutakan &#8220;atau sesudahnya&#8221;, maka kata &#8220;atau&#8221; di sini mungkin merupakan keraguan rawi atau memang menunjukkan kebolehan&#8230;&#8221;</em>(Lihat, Lathaiful Ma&#8217;arif, hal. 49)</p>
<p>ar-Rafi&#8217; berkata, <em>&#8220;Berdasarkan ini, seandainya tidak berpuasa pada tanggal 9 maka dianjurkan untuk berpuasa pada tanggal 11 Muharram.&#8221; </em>(Lihat, at-Talhish al-Habir, 2/213)</p>
<p>4. Berpuasa pada tanggal 10 Muharram saja.<br />al-Hafidz berkata, <em>&#8221; Puasa &#8216;Asyura mempunyai tiga tingkatan, yang terendah berpuasa sehari saja, tingkatan di atasnya ditambah puasa tanggal 9 dan tingkatan berikutnya ditambah puasa tanggal 9 dan 11 Muharram</em>. Wallahu a&#8217;lam.<br /><strong>Perkara Yang menyelisihi as-Sunnah</strong></p>
<p>Adapun amalan-amalan yang menyelisihi as-Sunnah dan banyak dilakukan oleh kaum Muslimin dalam rangka menghormati dan memuliayakan bulan Muharram sangatlah banyak dan beragam. Dan berikut akan kami sebutkan dengan maksud kita dapat berhati-hati sehingga tidak terjerumus kepada amalan ibadah yang sia-sia dikarenakan tidak didasarkan kepada dalil yang kuat dan contoh Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan para Shahabat beliau.</p>
<p><strong>A. &#8216;Asyura Menurut Syi&#8217;ah</strong><br />Tanggal 10 Muharram 61 H, adalah hari terbunuhnya Abu Abdillah al-Husain bin Ali di padang Karbala.</p>
<p>Syi&#8217;ah menjadikan hari &#8216;Asyura sebagai hari bergabung, duka cita, dan menyiksa diri sebagai ungkapan kesedihan dan penyesalan. Pada hari itu mereka memperingati kematian al-Husen dan melakukan perbuatan-perbuatan yang tercela seperti berkumpul, menangis, meratapi al-Husen secara histeris, membentuk kelompok-kelompok untuk pawai berkeliling di jalan-jalan dan di pasar-pasar sambil memukuli badan mereka dengan rantai besi, melukai kepala dengan pedang, mengikat tangan dan lain sebagainya. (at-Tasyayyu&#8217; wasy Syi&#8217;ah, Ahmad al-Kisrawiy asy-Syi&#8217;iy, hal. 141. Tahqiq Dr. Nasyir al-Qifariy)</p>
<p><strong>B. &#8216;Asyura Menurut Maryolitas Kaum Muslimin.</strong><br />Sebagai tandingan dari apa yang dilakukan oleh orang Syi&#8217;ah di atas, kebanyakan kaum Muslimin menjadikan hari &#8216;Asyura sebagai hari raya, pesta dan serba ria.</p>
<p>Dan di antara amalan-amalan yang menyelisihi sunnah yang dilakukan oleh mereka adalah:
<ul>	
<li>Shalat dan dzikir-dzikir khusus, yang disebut dengan shalat ‘Asyura. Mereka beralasan dengan hadits palsu, seperti yang disebutkan oleh as-Suyuthi di dalam al-La&#8217;ali al-Mashnu&#8217;ah. (as-Sunan wal Mubtada&#8217;at, hal. 134)</li>
<p></ul>
<p>
<ul>	
<li>Mandi Janabah, bercelak, memakai minyak rambut dan mewarnai kuku dan menyemir rambut. Dan yang demikian jika si pelaku meyakini adanya keutamaan atau keistimewaan dilakukan pada hari tersebut.Mereka beralasan dengan hadits palsu, <em>&#8220;Barangsiapa yang memakai celak pada hari &#8216;Asyura, maka ia tidak akan mengalami sakit mata pada tahun itu. Dan barangsiapa mandi pada hari &#8216;Asyura, ia tidak akan sakit selama tahun itu.&#8221; </em>(Hadits ini palsu menurut as-Sakhawi, Mula Ali Qari dan al-Hakim, lihat al-Ibda&#8217;, hal. 150-151)</li>
<p></ul>
<p>
<ul>	
<li>Membuat makanan khusus/istimewa, seperti membuat bubur syura yang terdapat di Sumatera Barat.</li>
<p></ul>
<p>
<ul>	
<li>Do’a awal dan akhir tahun yang di baca pada malam akhir tahun. Mereka beranggapan dan berkeyakinan bahwa siapa yang membaca do&#8217;a &#8216;Asyura tidak akan meninggal pada tahun tersebut. (as-Sunan wal Mubtada&#8217;at, Muhammad asy-Syukairi, hal. 134)</li>
<p></ul>
<p>
<ul>	
<li>Menentukan berinfaq dan memberi makan orang-orang miskin. Dan yang demikian jika si pelaku meyakini adanya keutamaan atau keistimewaan dilakukan pada hari tersebut.</li>
<p></ul>
<p>
<ul>	
<li>Memberikan uang belanja yang lebih kepada keluarga. Dan yang demikian jika si pelaku meyakini adanya keutamaan atau keistimewaan dilakukan pada hari tersebut.Mereka beralasan dengan hadits lemah, <em>&#8220;Barangsiapa yang meluaskan (nafkah) kepada keluarganya pada hari &#8216;Asyura, maka Allah akan melapangkan (rizkinya) selama setahun itu.&#8221; </em>(HR. ath-Thabrani, al-Baihaqi dan Ibnu Abdil Bar)</li>
<p></ul>
<p>
<ul>	
<li>Setelah mandi janabat kemudian berziarah kepada orang alim, menengok orang sakit, memotong kuku, membaca al-Fatihah seribu kali. Karena perbuatan tersebut di atas diperintahkan oleh syari’at setiap saat, dan adapun mengususkannya pada hari 10 Muharram tidak berdasar sama sekali.</li>
<p></ul>
<p><strong>C. &#8216;Asyura Menurut Tradisi dan Kultur Kejawen</strong><br />Bulan Suro menurut istilah mereka, banyak diwarnai orang Jawa dengan berbagai mitos dan khurafat, antara lain: Keyakinan bahwa bulan Suro adalah bulan keramat yang tidak boleh di buat main-main dan bersenang-senang seperti hajatan pernikahan, dan jenis hajatan yang lainnya.</p>
<p>Ternyata kalau kita renungkan dengan cermat apa yang dilakukan oleh mereka di dalam bulan Suro adalah merupakan akulturasi Syi&#8217;ah animesme, dinamisme dan Arab Jahiliyah. Dulu, orang Quraisy Jahiliyah pada setiap &#8216;Asyura selalu mengganti Kiswah Ka&#8217;bah (kain pembungkus Ka&#8217;bah)(Lihat, Fath al-Baari, 4/246). Kini orang Jawa mengganti kelambu makam Sunan Kudus pada bulan Suro juga.</p>
<p>Walhasil, pada dasarnya di dalam Islam, &#8216;Asyura tidak di isi dengan kesedihan dan penyiksaan diri, tidak di isi dengan pesta dan berhias diri dan juga tidak di isi dengan ritual di tempat-tempat keramat atau yang dianggap suci untuk tolak bala&#8217; bahkan tidak di isi dengan berkumpul-kumpul.</p>
<p><strong>Khatimah </strong></p>
<p>Demikian pembahasan singkat yang dapat kami sampaikan. Semoga kita dapat memuliyakan dan mengagungkan bulan Muharram tersebut senbagaimana Allah telah memuliyakannya dengan cara mengikuti tuntunan Allah dan Rasulnya, bukan dengan cara-cara yang tidak ada asal-usulnya dari syari’at sama sekali.</p>
<p>Dan akhirnya semoga pembahasan ini bermanfa’t bagi kita semua. Wallahu ‘alamu bish shawab.</p>
<p><em>Dirujuk dari kitab Puasa Sunnah, hukum dan keutamaannya, cet. Darul Haq, hal. 41-58; Majalah as-Sunnah, 03/V/1421H-2001M dan Buletin an-Nur, edisi 231, tahun 1421 H.<br /></em></p>
<p class="scribefire-powered">Powered by <a href="http://www.scribefire.com/">ScribeFire</a>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tamanislam.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tamanislam.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tamanislam.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tamanislam.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tamanislam.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tamanislam.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tamanislam.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tamanislam.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tamanislam.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tamanislam.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tamanislam.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tamanislam.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tamanislam.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tamanislam.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tamanislam.wordpress.com&amp;blog=5816353&amp;post=73&amp;subd=tamanislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tamanislam.wordpress.com/2008/12/23/bulan-muharram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">tamanislam</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
